Islam Adalah Solusi Permasalahan Hidup

Islam adalah solusi

Islam adalah solusi

Tulisan berikut adalah salah satu khutbah ‘idul Adha dengan judul “Islam Sebagai Solusi Permasalah Hidup”. Selamat membaca.

Alhamdulillah….

Sidang sholat Iduladha yang dimuliakan Allah subhanahu wata’ala…

Sungguh Nikmat Allah atas kita begitu besar… dipagi hari yang cerah ini Allah masih memberikan kita Nikmat kehidupan kekuatan kesehatan watu luang Umur  nikmat udara nik,mat oksigen nikmat keamana nikman menjalankan ibadah dengan tenang….

Yang mana apabila kita bandingkan  keadaan kita dengan sebagian saudara kita ternyata kita jauh berada dalam kenikmatan yang lebih dari mereka.. dimana sebagian dari saudara kita ada yang kelaparan, ada juga yang kehausan ada yang ketakutan , kehilangan tempat tinggal kehilangan harta benda dan bahkan kehilangan nyawa dan jiwa mereka…

Beginilah cara kita memandang nikmat Allah agar kita mudah untk mensyukuri nikmat-nikmat tersebut….

Dalam hadis abu hurairoh, Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:

انظروا إلى من هو أدنى منكم ولا تنظروا إلى من هو فوقكم فإنه أجدر ألا تزدروا نعمة الله عليكم” متفق عليه

Artnya, “Lihatlah orang yang berada di bawah kamu, dan jangan lihat orang yang berada di atas kamu, karena dengan begitu kamu tidak meremehkan nikmat Allah yang diberikan-Nya kepada kamu” (HR. Bukhari-Muslim)

Sidang sholat Iduladha yang dimuliakan Allah subhanahu wata’ala…

Yang terbesar dari itu semua adalah nikmat yang tak dapat digantikan dengan lautan berlin, tidak pula dengan harta qorun.. tidak pula dengan kekuasaan firaun… karena nikmat yang satu ini taruhannya adalah surge atau neraka… ialah nikmat hidayah..

Ketika Allah memilih kita sebagai orang-orang yang beriman… yang mana dengan keimanan itulah kita dapat hidup terarah dapat menghambakan diri kepadanya yang telah menciptakan kita dari yang sebelumnya tiada, yang mencipta alam semerta dan menguasainya… dan mencukupi kebutuhan-kebutuhan kita dengan apa yang turun dari langit… yang tumbuh dari bumi… dan yang tersimpan didalam lautan…

Wallahi.. kalau bukan karena Allah.. kita tidak tau apa itu islam, apa itu agama.. apa itu kitab.. kita tidak tau sholat.. maka segala puji bagi Allah yang telah menghendaki hidayah islam ini untuk kita…

Ialah islam yang dengannya kita dapat membedakan antara kebenaran dari kebatilan, mana yang manfaat mana yang madhorat, mana yang mendatangkan kebahagiaan mana dyang mendatangkan kesengsaraan.. semua itu Allah sempurnakan untuk kita dengan agama yang terakhir ini melalui lisan RasulNya yang sebagai penutup dari segala risalah langit… maka semoga sholawat dan salam selalu tercurah kepada baginda Nabi besar Muhammad, kepada para sahabat beliau yang gigih berjuang bersama beliau, kepaada keluartga yang senantiasa menyertai dan membela beliau.. dan kepada Ummat beliau yang setia mengikuti jejak beliau sampai hari kiamat kelak.

Agama adalah solusi

Sidang sholat Iduladha yang dimuliakan Allah subhanahu wata’ala…

Ketahuilah bahwa islam adalah sumber kebahagiaan kita, cahaya yang menerangi jalan hidup kita, solusi atas segala permasalahan yang kita hadapi.

Sungguh islam ini datang dengan membawa segala kebaikan bagi manusia, dalam ibadah, aqidah dan muamalah mereka.

Ingatlah, bahwa islam turun kepada kaum yang dulunya disifati dengan jahiliah, dimana mereka berada pada kesesatan dan keburukan. Mereka menyembah kepada batu pohon para nabi dan malaikan dan para sholihin, agama mereka adalah perpecahan, aqidah mereka adalah kebatilan, mereka memakan bangkai dan riba, dan mereka menghalalkan perzinahan. Begitulah keadan mereka pada umumnya, dan mereka hidup dengan hasil merampok dan menjarah.

Lalu Allah mengutus rasulnya Muhammad shallallahu’alaihiwasallam dalam kegelapan ini, beliau berdakwah untuk mengajak manusia keluar dari kegelapan menuju caahaya…

Allah Ta’ala berfirman,

QS surat Ibrahim ayat 14:1

QS surat Ibrahim ayat 14:1

 

“Alif, laam raa. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji. Allah-lah yang memiliki segala apa yang di langit dan di bumi. Dan kecelakaanlah bagi orang-orang kafir karena siksaan yang sangat pedih,” (QS. Ibrahim : 1-2)

Demikianlah Rasul terus berdakwah kepada manusia dengan penuh kesabaran. Allah terus menurunkan kepada beliau al-Kitab dan al-Hikmah (wahyu) sampai sempurnalah agama ini..

 

surat Almaidah 5 ayat 3

“..Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu…” (QS. Al-maidah 5:3)

 

Sidang sholat Iduladha yang dimuliakan Allah subhanahu wata’ala…

Sesungguhnya Allah telah memilihkan untuk kita agama Iislam yang mulia ini… Allah telah beri kita petunjuknya dan menjadikan kita ummat Nabi Muhammad shallallahu’alaihiwasallam

Maka ketahuilah, bahwa  agama islam adalah agama penutup yang ia merupakan inti sari dari agama-agama samawi yang terdahulu. Dan islam mengandung yang lebih baik dari agama sebelumnya, bahkan  Allah tambahkan padanya syariat dan hukum-hukum yang sebelumnya tidak ada pada agama-agama tersebut, sebagai solusi dan kemaslahatan bagi manusia dan akan senantiasa releven sampai hari kiamat.

Syariat-syariat yang ada pada Nabi-Nabi terdahulu..

Yang baik-baik.. maka islam mempertahankannya… dan menyempurnakannya..

Yang sudah usang dan tidak releven lagi.. maka Allah menghapuskannya  dan Allah menggantikannya dengan ayat-ayat yang jelas.. serta Allah lepaskan darinya segala kesusahan yang ada pada agama-agama sebelumnya.

 

QS Al-maidah 5 ayat 48

 

“Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu” (QS. Al-maidah 5:48)

Atas  hikmah Allah, tatkala menjadikan Muhammad sebagai penutup para nabi seluruhnya dan Nabi yang paling agung bahkan makhluk Allah yang paling mulia maka Allah jadikan agama beliau sebagai agama yang paling agung dan sempurna… dan jalan terakhir untuk mendekat kepada Allah dalam ibadah sampai sebelum hari pembalasan… maka sesuai dengan hikmah Allah, Allah menjadikannya agama yang paling sempurna dari agama-agama sebelumnya… tanpa ada suatu cacatpun, agama yangmudah dan memahami keadaan ummatnya… dan didalamnya terdapat amalan-amalan dan perangai perangai yang dapat menghapuskan dosa dan kesalahan-kesalahan mereka… dan juga melipat gandakan ganjaran mereka… yang dengannya mereka dapat bebas dari azab Allah.. dan membuka pintu taubat dan waktunya selebar-lebarnya.. dan mengkhususkan sebagian tempat dan waktu dengan keutamaan-keutamaan yang berlipatnya pahala dan ganjaran amalan mereka… dan memberikan pilihan-pilihan yang banyak untuk amalan sholih mereka.. dan adanya syi’ar-syi’ar islam yang dilakukan dalam rangka mewujutkan sikap saling bahu-membahu antar sesama dalam kebaikan dan taqwa untuk menyebarkan ilmu dan petunjuk dan membuat para musuh derperangah.. dan bahkan barang siapa yang sudah wafat diantara mereka.. maka dia masih bisa meraih aliran pahala dengan shodaqoh jariahnya, ilmu yang bermanfaat yang pernah ia ajarkan.. dan anak sholeh yang senantiasa mendoakannya…

 

Sidang sholat Iduladha yang dimuliakan Allah subhanahu wata’ala…

Maka dengan begitu agama ini adalah solusi bagi kita.. karena agama yang islam ini telah memberikan jaminan untuk kita dapat bahagia dapat hidup dengan tenang bukan saja untuk kehidupan didunia ini, tetapi juga untuk kehidupan abadi diakhirat kelak…..

Allah mengingatkan kita tentang nikmat ini:

Quran surat Ali Imran (3) ayat 164

“Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus diantara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata.” (QS. Ali-Imran 3 : 164)

Sidang sholat Iduladha yang dimuliakan Allah subhanahu wata’ala…

Agama islam ini adalah solusi hidup kita… jangan pernah berpaling darinya…. Karena sesungguhnya kemuliaan itu adalah milik Allah… dan Allah meletakkan kemuliaan itu pada berpegang teguhnya kita kepada syariatnya…

Allah Ta’ala berfirman:

{من كان يريد العزة فلله العزة جميعا}

“Barangsiapa yang menghendaki kemuliaan, maka bagi Allah-lah kemuliaan itu semuanya.” (QS. Fatir 35:10)

Allah meletakkan kemuliaan itu berada pada rasul-Nya dan pada keimanan dan orang-orang yang beriman

{ولله العزة ولرسوله وللمؤمنين}

” Padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah, bagi Rasul-Nya dan bagi orang-orang mukmin, “ (QS. Al-munafiqun 63:8)

Dan kemuliaan itu terletak pada apa-apa yang ada sangkut pautnya dengan Allah.. dengan rasulnya dan dengan agamanya… maka disitulah tempat kita untuk mencari kebahagiaan.. tempat kita untuk mencari solusi dan jalan keluar…. Atas segala permasalahan kita…

Seorang yang mencari solusi pada selain islam (dalam artian yang bertentangan dengan islam) maka bukan solusi yang ia dapatkan.. tetapi kesengsaraan hidup.. angan-angan yang panjang yang tak pernah berakhir… kebingungan yang senantiasa menghantuinya… dan kegagalan yang selalu dilaluinya, lebih dari itu Sebaliknya Allah akan hinakan mereka….

Kalaupun sempat berhasil, maka itu adalah solusi yang semu, fatamorgana yang menipu.. sehingga dia berjalan semakin jauh dalam kesesatannya dan dalam kebimbangannya… sehingga pada saat itu ia semakin tenggelam dalam kesengsaraan yang tampaknya adalah kesuksesan….

Umar bin khottob pernah berkata:

“نحن قوم أعزنا الله بالإسلام فمهما ابتغينا العزة من دونه أذلنا الله”

“Kita adalah kaum yang Allah muliakan dengan islam, maka kapan saja kita mencari kemulian pada selain islam niscaya Allah rendahkan kita.”

Suatu ketika, tatkala kaumuslimin menaklukkan kota Qubrus (Syprus), dan penduduk negeri tersebut menampakkan kesedihan mereka yang sangat mendalam, maka abud-darda’pun duduk dan ikut menangis, maka berkatalah jubair bin nufair, wahai abu-darda’ kenapa engkau malah menangis pada saat dimana Allah telah memuliakan islam dan pemeluknya?, maka beliau menjawab: (celaka engkau wahai jubair,  *kalimat yang tidak dimaksutkan makna sesungguhnya* betapa hinanya makhluk dipandangan Allah subhanahu wata’ala jika mereka telah mengabaikan perintahnya, yang sebelumnya ia adalah ummat yang kuat dan berkuasa, namun karena mereka meninggalkan perintah Allah maka jadilah seperti yang engkau lihat sekarang ini)

Harta benda, pengikut dan kehidupan yang penuh dengan kecukupan jika tidak berpijak kebada agama dalam menjalani kehidupan, maka justu kehinaan yang akan menyertainya..

Nabi shallallalu’alaihiwasallam  bersabda:

عن أبي هريرة : عن النبي صلى الله عليه و سلم : تعس عبد الدينار و عبد الخميصة و عبد الدرهم إن أعطي رضي و إن منع سخط تعس و انتكس و إذا شيك فلا انتقش  رواه البخاري في الصحيح عن عمرو بن مرزوق

“Celakalah hamba dinar, celakalah hamba dirham, celakalah hamba khamisah dan khamilah (sejenis pakaian yang terbuat dari wool/sutera). Jjika diberi ia senang, tetapi jika tidak diberi ia marah”

Ketahuilah bahwa pembangkangan dan dosa itu merupakan sebab terhalangnya dari rizki:

إن الرجل ليحرم الرزق بالذنب يصيبه، ولا يرد القدر إلا الدعاء، ولا يزيد العمر إلا البر. رواه أحمد والنسائي وابن ماجه وابن حبان والحاكم وحسنه السيوطي

“Dan sesungguhnya seseorang diharamkan mendapatkan rizqinya karena dosa yang dia lakukan. Tidak ada yang menambah umur kecuali kebaikan dan tidak ada yang menolak taqdir kecuali doa.

Sidang sholat Iduladha yang dimuliakan Allah subhanahu wata’ala…

Berpegang teguhlah dengan agama Allah… jangan pernah berpaling walau bagaimana keadaan… ingat, siapa yang berpegang dengan agama Allah dia pasti akan diuji, untuk mengukur kebenaran dan kejujuran mereka… semakin kuat agama dan ketaatan seseorang maka semakin tinggi ujiannya… ibaratnya pohon.. yang apabila semakin tinggi maka semakin kuat angin yang menerpanya.

Maka yang paling berat ujiannya adalah para Nabi, kemudian orang yang paling serupa dengan para nabi dari sisi amalan mereka.

عَنْ أَبِي عُبَيْدَةَ بْنِ حُذَيْفَةَ، عَنْ عَمَّتِهِ فَاطِمَةَ أَنَّهَا قَالَتْ: أَتَيْنَا رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَعُودُهُ فِي نِسَاءٍ، فَإِذَا سِقَاءٌ مُعَلَّقٌ نَحْوَهُ يَقْطُرُ مَاؤُهُ عَلَيْهِ مِنْ شِدَّةِ مَا يَجِدُ مِنْ حَرِّ الْحُمَّى، قُلْنَا: يَا رَسُولَ اللهِ، لَوْ دَعَوْتَ اللهَ فَشَفَاكَ، فَقَالَ: رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” إِنَّ مِنْ أَشَدِّ النَّاسِ بَلَاءً الْأَنْبِيَاءَ، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ “

Dari [Abu Ubaidah bin Hudzaifah] dari bibinya [Fatimah] bahwa dia berkata, “Kami mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersama beberapa wanita untuk mengunjungi beliau, ternyata ada tempat minum yang menggantung di sampingnya, yang airnya menetesi beliau disebabkan oleh panas karena demam yang beliau derita. Kami lalu berkata kepada beliau, “Wahai Rasulullah, seandainya tuan berdoa kepada Allah hingga Dia menyembuhkanmu.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian bersabda: “Sesungguhnya manusia yang paling besar ujiannya adalah para Nabi, kemudian orang-orang yang mengikutinya, kemudian orang-orang yang mengikuti mereka, kemudian orang-orang yang mengikuti mereka.”

Tetapi balasan itu berbanding lurus dengan amalan yang dilakukan.  Maka tidak perlu bersedih dan gundah hati, karena Allah telah siapkan pahala yang begitu besar bagi mereka yang berpegang dengan agama Allah… disamping itu juga Allah siapkan bagi mereka kesuksesan atas segala apa yang mereka usahakan, Allah kabulkan do’a-do’a mereka dan Allah bimbing mereka kepada kesholihan dan Allah jadikana mereka penguasa dimuka bumi ini …

Allah Ta’ala berfirman:

QS. An-nur 24:55

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (QS. An-nur : 55)

Ibnu katsir didalam tafsirnya berkata:

Ini merupakan janji dari Allah Subhanahu wa ta’aala. kepada Rasul-Nya shallallahu’alaihiwasallam, bahwa Dia akan menjadikan umatnya sebagai orang-orang yang berkuasa di bumi, yakni menjadi para pemimpin manusia dan penguasa mereka. Dengan mereka negeri akan menjadi baik dan semua hamba Allah akan tunduk kepada mereka. Dan Allah akan menukar keadaan mereka sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentosa dan menjadi penguasa atas manusia. Janji itu telah diberikan oleh Allah Subhanahu wa ta’aala. kepada mereka; segala puji bagi Allah, begitu juga karunianya. Kerena sesungguhnya sebelum Nabi shallallahu’alaihiwasallam wafat, Allah telah menaklukkan baginya Mekah, Khaibar, Bahrain, dan semua kawasan Jazirah Arabia serta negeri Yaman seluruhnya. Beliau shallallahu’alaihiwasallam sempat memungut jizyah dari orang-orang Majusi Hajar dan juga dari para penduduk yang ada di pinggiran negeri Syam (yang berada di dekat negeri Arab).

Berbagai macam hadiah berdatangan kepada beliau shallallahu’alaihiwasallam dari Heraklius (Kaisar Romawi), penguasa negeri Mesir dan Iskandariah (yaitu raja Muqauqis), raja-raja negeri Amman (oman), dan Raja Negus (raja negeri Abesinia yang bertahta sesudah As-hamah rahimahullah).

Sidang sholat Iduladha yang dimuliakan Allah subhanahu wata’ala…

Sudah saatnya kita kembali kepada agama kita… pelajarilah ia, hadiri majelis-majelis ilmu, yang diajarkan disana dua pusaka islam al-Quran dan as-Sunnah…

Perbaikilah hati kita, ikhlaskan niat kita dalam melaksanakan ibadah… sampai kapan kita terlena dengan pujian manusia… kenalilah hak-hak Allah jangan sampai kita menodai hak Allah yang wajib untuk kita tunaikan…

Allah Ta’ala berfirman:

{فاعلم أنه لا إله إلا الله واستغفر لذنبك}

“Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan, tuhan) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu ..” (QS. Muhammad 47:19)

Allahu akbar Allahu kbar Allahu akbar

Sidang sholat Iduladha yang dimuliakan Allah subhanahu wata’ala…

Sudah saatnya kita memperbaiki amalan kita, disisa-sisa umur yang masih ada ini, karena dunia yang setiap hari kita kejar dan kita kumpulkan ini akan berakhir… dan akhirat yang senantiasa kita kesampingkan akan dating menghampiri…. Maka sekaranglah saatnya untuk beramal… tempat untuk menanam kebaikan-kebaikan… dan esok diakhirat adalah masa panennya.

Ali bin Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata,

ارْتَحَلَتِ الدُّنْيَا مُدْبِرَةً، وَارْتَحَلَتِ الآخِرَةُ مُقْبِلَةً، وَلِكُلِّ وَاحِدَةٍ مِنْهُمَا بَنُونَ، فَكُونُوا مِنْ أَبْنَاءِ الآخِرَةِ، وَلاَ تَكُونُوا مِنْ أَبْنَاءِ الدُّنْيَا، فَإِنَّ الْيَوْمَ عَمَلٌ وَلاَ حِسَابَ، وَغَدًا حِسَابٌ وَلاَ عَمَلَ.

Artinya: “Dunia sudah pergi meninggalkan, dan akhirat datang menghampiri, dan setiap dari keduanya ada pengekornya, maka jadilah kalian dari orang-orang yang mendambakan kehidupan akhirat dan jangan kalian menjadi orang-orang yang mendambakan dunia, karena sesungguhnya hari ini (di dunia) yang ada hanya amal perbuatan dan tidak ada hitungan dan besok (di akhirat) yang ada hanya hitungan tidak ada amal.” (Lihat kitab Shahih Bukhari).

Dunia ini telah berjalan dan terus akan membelakangi, dan akhirat datang menghadapa, dan masing-masing dari keduanya memiliki anak-anak, maka jadilah kalian anak-anak akhirat dan jangan  jadi anak dunia, sungguh sekarang adalah waktunya beramal dan bukan menuai hasil, dan esok adalah waktunya menuai hasil dan tidak ada lagi amal

Allah memberikan himbauan kepada kita:

{أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَنْ تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلَا يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الْأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ فَاسِقُونَ}

“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.” (QS. Al-hadid 57:19)

Allah ingatkan kita jangan sampai terlena dengan dunia.. :

 

قال الله العظيم: ﴿ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ * وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ * وَلَنْ يُؤَخِّرَ اللَّهُ نَفْسًا إِذَا جَاءَ أَجَلُهَا وَاللَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ ﴾ [المنافقون: 9-11].

“Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi.” (QS. Al-munafiqun 63:9)

Iya… sesungguhnya kematian itu adalah pemutus segala kelezatan dan tamak dunia.. maka perbanyaklah dari mengingatnya… bersegeralah beramal sebelum kematian menghampiri… karena jika kematian telah tiba, maka semua kesempatan telah berakhir.. dan kata-kata penyesalanpun hanaya sekedar ucapan yang berguna lagi….

Rasulullah  shallallahu alaihi wasallam bersabda:

عن أبي هريرة قال: قال رسول الله أكثروا ذكر هادم اللذات: الموت رواه الترمذي والنسائي وصححه ابن حبان.

“Perbanyaklah mengingat penghancur segala kelezatan: yaitu kematian”

Allahu akbar Allahu kbar Allahu akbar

Sidang sholat Iduladha yang dimuliakan Allah subhanahu wata’ala…

Kesimpulan apa yang disampaikan khotib pada kesempatan yang berbahagia ini adalah:

  1. Marilah kita senantiasa bersyukur atas nikmat Allah, dengan melihat kebawah bukan melihat ke yang lebih atas dari kita
  2. Bahwa islam adalah sebesar-besar nikmat yang harus kita syukuri
  3. Manusia sebelum datangnya islam adalam dalam masa kejahiliahan dan kezholiman
  4. Islam memberikan kepada kita banyak sekali dari amalan-amalan dan keutamaan-keutamaan, timnggal kita memilih darinya sesuai dengan apa yang kita mampu
  5. Hendaknya kita senantiasa berpegang teguh dengan agama, karena padanya terdapat keberuntungan yang hakiki
  6. Bersegeralah untuk beramal sholih sebelum kesempatan itu terlewatkan

 بارك الله لي ولكم في القرآن والسنة، ونفعني وإياكم بما فيهما من الحكمة ….

{إن الله وملائكته يصلون على النبي، يا أيها الذين ءامنوا صلوا عليه وسلموا تسليما}

” اللهم صل على محمد، وعلى آل محمد، كما صليت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم، إنك حميد مجيد.

اللهم بارك على محمد، وعلى آل محمد، كما باركت على إبراهيم، وعلى آل إبراهيم، إنك حميد مجيد “.

اللهم اغفر للمسلمين والمؤمنات….

اللهم إنا نسألك التفى والعفاف والغنى

ربنا اغفر لنا ولإخواننا الذين سبقونا بالإيمان ولا تجعل في قلوبنا غلا للذي ءامنوا ربنا إنك رؤوف رحيم

ربنا اغفر لنا ولوالدينا وارحمهم كما ربونا صغارا

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الثَّبَاتَ فِي الْأَمْرِ ، وَأَسْأَلُكَ عَزِيمَةَ الرُّشْدِ ، وَأَسْأَلُكَ شُكْرَ نِعْمَتِكَ ، وَحُسْنَ عِبَادَتِكَ ، وَأَسْأَلُكَ لِسَانًا صَادِقًا ، وَقَلْبًا سَلِيمًا ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا تَعْلَمُ ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا تَعْلَمُ ، وَأَسْتَغْفِرُكَ مِمَّا تَعْلَمُ إِنَّكَ أَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ

اللهم آت نفوسنا تقواها وزكها أنت خير من زكاها أنت وليها ومولاها

ربنا هب لنا من أزواجنا وذرياتنا قرة أعين واجعلنا للمتقين إماما، ربنا آتنا في الدنيا حسنة… سبحانك اللهم

 

Adalah seorang penuntut ilmu yang saat ini mengajar di salah satu pesantren di Batam, Beliau pernah belajar dan menyelesaikan program S1 di LIPIA, Jakarta selama 5 tahun.