hosting dan domain murah niaga hoster 03

Apakah Menghisap Ganja Membatalkan Wudhu Menurut Hukum Islam?

Apakah Menghisap Ganja Membatalkan Wudhu Menurut Hukum Islam? Ganja / Hasis adalah tumbuhan yang digunakan untuk narkoba dengan cara dihisap seperti rokok atau lainnya. Nah, apa hukum menggunakan ganja atau hasis, dan apakah widhu batal jika menghisap ganja?

Hukum Menghisap Ganja

Hukum menggunakan hasis dan ganja adalah haram, dan ia termasuk barang yang memabukkan menurut para muhaqqiq dari kalangan Ahli Fiqih.

Syaikhul-Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah  berkata: “Hasis” yang terkutuk dan memabukkan sama halnya dengan benda-benda yang memabukkan lainnya, dan setiap yang memabukkan adalah haram menurut kesepakatan ulama. Bahkan, setiap yang bisa menghilangkan fungsi akal, haram dimakan (digunakan) sekalipun ia tidak memabukkan seperti ‘Banj‘ (nama tanaman). Penggunaan sesuatu yang memabukkan wajib dihukum hadd dan penggunaan sesuatu yang tidak memabukkan tapi merubah fungsi akal hukumnya adalah ta’zir (1).

Adapun pemakaian sedikit dari ganja hukumnya haram menurut manyoritas para ulama, seperti haramnya sesuatu yang memabukkan walaupun sedikit.

Dan berdasarkan sabda Nabi Shallallahu’alaihiwasallam “Setiap yang memabukkan adalah khamr dan setiap khamr haram” ini termasuk segala jenis yang memabukkan, tidak ada perbedaan baik sesuatu yang dimakan, diminum, benda keras atau cair, sekalipun direndam seperti khamr adalah haram, atau hasis dicairkan lalu diminum adalah juga haram.

Sebagian orang berkata bahwa hasis merubah akal tapi tidak memabukkan seperti banj, kenyataannya tidak demikian, tapi ia membuat “fly” seperti khamr, inilah yang menarik orang untuk menggunakannya, dan penggunaannya dalam jumlah sedikit menyeret kepada penggunaan pada jumlah yang lebih banyak seperti minuman memabukkan, orang yang telah candu dengannya akan sulit untuk berhenti lebih sulit dari khamr, maka bahayanya dari sebgian sisi lebih dari bahaya khamr.

Oleh karena itu, para fuqaha berkata: menggunakan hasis (ganja) diwajibkan padanya hukuman Hadd seperti pada hukuman khamr. Adapun soal kenajisannya masih kontroversi. (Majmu’ Fatawa 34/204-207)

Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata: Dan kemutlakan sabda Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam bahwa “setiap yang memabukkan adalah haram” dijadikan dalil haramnya semua benda yang memabukkan, sekalipun bukan minuman, maka termasuk di dalamnya Hasis / Ganja dan lainnya. Nawawi dan lainnya telah memastikan bahwa ia (hasis) adalah barang memabukkan, dan yang lainnya memastikan bahwa ia membius dan membuat bebal, karena ia memberi efek seperti efek khamr seperti teler dan mabuk dan kecanduan.

Dan sekiranya pun ia tidak memabukkan, telah ada hadits riwayat Abu Dawud tentang “larangan menggunakan setiap yang memabukkan dan membuat lemah” Wallahu’alam (Fathul Bari 10/45)

 

Apakah Menghisap Ganja Membatalkan Wudhu?

Menurut Ijma’ para ulama, mabuk bisa membatalkan wudhu, maka siapa yang menggunakan Hasis atau ganja lalu ia mabuk, maka wudhunya telah batal.

Ibnu Qudamah Rahimahullah berkata: Hilangnya akal ada dua kategori: yaitu tidur dan selainnya. Adapun selain tidur yaitu gila, pingsan dan mabuk dan semisalnya seperti memakai obat yang menyebabkan hilang akal: maka ia membatalkan wudhu, banyak maupun sedikit, berdasarkan Ijma’ (konsensus ulama) (Al-Mughni, Ibnu Qudamah 1/128)

Al-Hashfaki Al-Hanafi berkata di kitab “Ad-Darul Mukhtar hal. 25: Dan yang dapat membatalkan wudhu adalah pingsan, gila dan mabuk, ditandai dengan miring ketika berjalan, walaupun dengan memakan Hasis.

Adapun mandi maka tidak wajib, karena hilangnya akal bukan termasuk yang mewajibkan mandi, kecuali jika ia tidur lalu “bermimpi”.

Ibnu Qudamah Rahimahullah berkata: Tidak wajib mandi bagi orang gila dan pingsan ketika ia sadar tanpa disertai mimpi, aku tidak mengetahui adanya perbedaan pendapat tentang ini. Ibnu Mundzir berkata: Telah sahih bahwa Nabi Shallallahu’alaihiwasallam mandi setelah sadar dari pingsan, dan mereka (para ulama) sepakah bahwa itu tidak wajib, karena hilangnya akal pada dasarnya bukan termasuk hal yang mewajibkan mandi… (Al-Mughni 1/155)

Adapun orang yang memakai Hasis tapi tidak mabuk, seperti jika dipakai sedikit, maka wudhunya tidak batal, akan tetapi ia berdosa karena perbuatannya, karena sesuatu yang banyaknya memabukkan maka sedikitnya juga haram.

Kemudian dilihat sholatnya, jika ia tidak mencuci mulutnya, maka sholatnya tidak sah, menurut pendapat yang mengatakan najisnya Hasis, kecuali jika ia jahil (tidak tahu hukum) maka sholatnya sah dan tidak perlu qadha (mengulang sholat)

Wallahu’alam

Sumber: https://islamqa.info

Hosting Unlimited Indonesia