Bahaya Ilmu dan Ulama Su’

  • admin 
Bahaya ilmu yang tidak bermanfaat dan ulama suk

Ilmu adalah alat yang paling kuat bahkan lebih kuat dari alat fisik. Seperti umumnya sebuah alat, maka tergantung pada penggunanya. Pengguna yang buruk dapat memakai alat ilmu untuk merusak, sebaliknya pengguna yang baik dapat menggunakan ilmunya untuk menebar manfaat dan perbaikan.

Oleh karena itu, ilmu saja tidak cukup untuk menghasilkan manfaat. Ilmu harus dibarengi dengan akidah yang benar dan pendidikan akhlak yang baik.

Tidak semua ‘alim (ilmuan/ulama) otomatis baik, jika ia tidak memiliki akidah, adab dan akhlak yang baik. Ilmuan yang buruk jauh lebih besar bahayanya dari alat fisik yang berbahaya. ‘Alim yang rusak dapat menyesatkan manusia secara luas dan menggiring mereka ke Neraka jahannam.

Oleh karena itu didiklah generasi penerus kita untuk memiliki akidah iman yang benar, dan adab akhlak yang baik terlebih dahulu, disamping mereka menuntu ilmu yang lain agar kelak jika menjadi ulama atau ilmuan dapat memanfaatkan ilmunya untuk kemaslahatan, bukan untuk kerusakan.

Diantara do’a Nabi shallallahu’alaihi wa sallam adalah meminta perlindungan dari ilmu yanga tidak bermanfaat,


اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ قَلْبٍ لاَ يَخْشَعُ، ومِنْ دُعَاءٍ لاَ يُسْمَعُ، وَمِنْ نَفْسٍ لاَ تَشْبَعُ، وَمِنْ عِلْمٍ لاَ يَنْفَعُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَؤُلاَءِ الأَرْبَعِ

“Ya Allah, sungguh aku berlindung kepada Mu dari hati yang tidak khusyu’, dari do’a yang tidak didengar, dari nafsu yang tidak pernah kenyang, dari ilmu yang tidak bermanfa’at, aku berlindung kepadamu dari 4 hal itu.” (HR. At-turmudzi, Abu Dawud dan lainnya, disahihkan oleh Al-Albani di dalam kitab Sahih sunan Abi Dawud)

Ibnul Qayyim Al Jauziyah berkata:

علماء السوء جلساء على أبواب الجنة , يدعون الناس بأقوالهم , ويدعونهم إلى النار بأفعالهم , لا تسمعوا منهم ؛ فلو كان ما دعوا إليه حقا كانوا أول المستجيبين له فهم في الصورة أدلاء وفي الحقيقة قطاع طرق – الفوائد, ص 61

“Ulama su’ (ulama yang buruk) mereka adalah penunggu di depan pintu surga, mereka menyeru manusia untuk masuk Surga dengan perkataan mereka, tapi mengajak manusia untuk masuk Neraka dengan perbuatan mereka. Jangan engkau dengar dari mereka, seandainya apa yang mereka ajak tersebut adalah kebenaran maka mereka seharusnya adalah orang yang paling utama untuk mengamalkannya. Secara tampak mereka adalah para penyeru (kepada kebenaran dan kebaikan) tapi sebenarnya mereka adalah para jambret jalanan.” (Al Fawaid hal. 61)

Diantara ciri ulama yang buruk (ulama su) adalah seperti yang dikatakan oleh Ibnul Qayyim diatas bahwa mereka orang yang tidak beramal dengan ilmu yang mereka miliki, bahkan seringkali mereka beramal dengan sesuatu yang bertolak belakang dengan ilmunya.


Referensi:

https://kalemtayeb.com/safahat/item/3149#_ftn1