Hukum Memakan Testis (Torpedo) Hewan

Hukum Memakan Testis (Torpedo) Hewan – Testis atau testicle adalah kelenjar kelamin jantan pada hewan dan manusia yang berbentuk oval telur. Manusia memiliki dua testis, demikian juga umumnya hewan. Sebagian masyarakat menyebut organ ini dengan torpedo karena bentuknya yang mirip dengan proyektil tersebut.

Ketika ada penyembelihan hewan di masyarakat, seperti acara Qurban dan lainnya, testis atau torpedo ini sering menjadi incaran oleh sebagian orang, karena diyakini organ yang satu ini memiliki khasiat yang luar biasa.

Nah, bagaimana pandangan islam mengenai hukum memakan testis ini? Apakah halal atau haram? Berikut ini ulasannya.

Hukum Memakan Testis (Torpedo) Hewan

Hukum memakan testis (torpedo) hewan dapat dibagi menjadi 4 bagian:

  • Testis hewan yang haram dimakan, seperti testis babi dan anjing, maka jelas keharamannya, karena bagian dari sesuatu yang haram mengikut hukum sesuatu tersebut, yaitu haram juga.
  • Testis hewan yang halal dimakan tapi hewannya tidak disembelih dengan cara syar’i, maka hukum testis dan seluruh anggota tubuh hewan tersebut haram dimakan.
  • Testis atau torpedo hewan yang halal dimakan, tapi testisnya diambil atau dipotong dari hewan tersebut disaat hewannya masih hidup. Ini hukumnya juga haram.

Dewan fatwa lajnah daimah pernah ditanya: Bolehkah memakan testis hewan yang masih hidup?

Maka dijawab: “Tidak boleh memakan sesuatu yang dipotong dari hewan yang halal dimakan, dan ia dalam keadaan hidup, seperti testis, ekor dan selainnya, karena yang demikian sama hukumnya dengan bangkai, berdasarkan sabda Nabi shallallahu’alaihi wa sallam,

ما قطع من البهيمة وهي حية فهو ميتة

“Sesuatu yang dipotong dari hewan ternak sedangkan ia masih hidup, maka ia adalah bangkai (haram dimakan.” (HR. At-tirmidzi no. 1480, hasan) (Fatawa Lajnah Daimah 22/501-502)

  • Testis hewan yang halal dimakan setelah hewannya disembelih, ini hukumnya halal dimakan, karena tidak ada dalil yang mengharamkan atau melarangnya, dan asal hukum sesuatu (dalam urusan dunia) adalah halal sampai ada dalil yang melarangnya.
Baca juga:  Haruskah berwudhu setelah mandi?

Disebutkan di dalam kitab “Al-Mudawwanah”:

Sesuatu yang melekat pada daging seperti lemak, hati, rumen (bagian dari lambung hewan), jantung, paru-paru, limpa, ginjal, tenggorokan, testis, betis, kepala dan yang semisalnya, hukumnya mengikut hukum daging. (Tahdzib Al-Mudawwanah, Al-Baradzi’i 1/93)

Hanya saja sebagian ulama menyatakan bahwa hukum memakannya makruh, karena secara kebiasaan testis dianggap sebagai sesuatu yang menjijikkan.

Disebutkan di dalam kitab “Al-Mughni”, “Anggota tubuh itu (testis) tidak dianggap baik.” (Al-Mughni, Ibnu Qudamah Al-Maqdisi 3/296)

Az-Zaila’i berkata: “Dimakruhkan memakan beberapa anggota tubuh dari kambing, bagian kemaluan, testis, kelenjar, kandung kemih, kandung empedu, karena anggota-anggota tersebut termasuk seuatu yang dianggap jijik dan tidak disukai oleh jiwa manusia.” (Tabyiinul Haqaiq 6/226)

Referensi: https://islamqa.info

Bagikan artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •