Hukum Umrah dan Haji dengan Uang Haram

Apa hukumnya jika seseorang ingin melaksanakan haji atau umrah dengan menggunakan uang haram, seperti uang hasil korupsi, mencuri, riba, dan lainnya? Apakah haji dan umrahnya sah?

Berikut jawabannya yang kami kutip dari situs islamqa.info

Hukum Umrah dan Haji dengan Uang Haram

Pertanyaan: Orang yang pergi haji dengan uang haram, apakah hajinya sah atau tidak?

Jawaban:

Segala puji bagi Allah..

Hajinya sah, dan ia telah menunaikan kewajiban hajinya, akan tetapi hajinya tidak mabrur, dan pahalanya sangat kurang.

Imam Nawawi berkata di dalam kitab Majmu’nya: Jika seseorang pergi haji dengan harta haram, ia mendapat dosa, akan tetapi hukum hajinya sah dan memadai, ini adalah pendapat mayoritas ulama. (Majmu’, Nawawi, 7/62)

Disebutkan di dalam Al-Mausu’ah Al-fiqhiyah 12/131):

Jika ia pergi haji (atau umrah) dengan harta atau uang yang tidak jelas (syubhat) atau dengan uang hasil curian, maka haji (dan umrah) nya sah menurut hukum zhahir, akan tetapi ia telah melakukan maksiat dan dosa dan hajinya tidak mabrur.

Pendapat ini adalah madzhab Syaafi’i, Malik dan Abu Hanifah rahimahumullah dan pendapat mayoritas ulama salaf dan khalaf (ulama dahulu dan belakangan).

Baca juga:  Apa Hukum Jual Beli Kucing dan Anjing dalam Islam?

Imam Ahmad bin Hanbal berkata: “Haji dengan uang haram tidak memadainya.” Di dalam riwayat lain ia berpendapat hajinya sah tetapi tindakannya haram.

Dalam sebuah hadits shahih disebutkan, bahwasnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan seseorang musafir yang telah lama berjalan, kondisinya lusuh dan berdebu, lalu ia membentangkan kedua tangannya ke langit untuk berdoa: Wahai tuhan ku, wahai Tuhanku, sedangkan makanannya dari haram, minumannya dari haram, pakaiannya dari haram, dan ia hidup dengan harta haram, karena itu bagaimana mungkin doanya dikabulkan?.”

Berkata Syaikh bin Baz rahimahullah:

Hajinya sah jika ia tunaikan sesuai tuntunan syari’at Allah, tetapi ia berdosa karena mengambil pengahasilan haram, dan ia harus bertaubat kepada Allah dari demikian, dan hajinya dianggap kurang sebab mengambil penghasilan haram, akan tetapi telah gugur baginya kewajiban haji (karena ia telah melakukan haji yang sah mesikipun dengan uang haram) (Fatawa Bin Baz 16/387)

Disebutkan di dalam fatwa Lajnah Daimah (11/43):

Melaksanakan haji dengan harta haram tidak menghalangi keabsahan haji tersebut, disetai dengan dosa karena penghasilan haram, dan ia mengurangi pahala hajinya akan tetapi tidak menyebabkan hajinya batal.

 

Sumber: https://islamqa.info/ar/answers/48986/%D8%AD%D8%AC-%D8%A8%D9%85%D8%A7%D9%84-%D8%AD%D8%B1%D8%A7%D9%85

Bagikan artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •