Pengertian Ibadah Menurut Bahasa dan Istilah

Pengertian Ibadah Menurut Bahasa dan Istilah – Ibadah menurut bahasa bermakna taat dan patuh, merendahkan diri dan menghinakan diri kepada seseorang atau sesuatu dengan maksud mengagungkannya.

Ibadah tidak boleh dilakukan kecuali hanya kepada Allah saja. Hanya kepada Allah lah segala bentuk ibadah ditujukan, tidak kepada selain Nya. Melakukan ibadah kepada selain Allah adalah kesyirikan. Syirik merupakan dosa paling besar yang tidak akan diampuni oleh Allah jika pelakunya tidak bertaubat sebelum meninggal dunia. Pelaku syirik kekal di Neraka.

Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala,

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya…” (QS. Al-Isra: 23)

Dan firman Allah Ta’ala,

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَاءُ ۚ وَمَن يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا

“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.” (QS. An-Nisa: 116)

Baca juga:  Arti Ihsan Menurut Bahasa dan Istilah, Tingkatan dan Contohnya

Dan firman Nya,

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ ۖ وَقَالَ الْمَسِيحُ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ ۖ إِنَّهُ مَن يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ ۖ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ

“Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam”, padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu”. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.”  (QS. Al-Maidah: 72)

Adapun menurut istilah, ibadah memiliki arti :

  هي اسم لما يحبّه اللّه ويرضاه من الأقوال، والأفعال، والأعمال الظّاهرة والباطن

Ibadah adalah sebuah nama untuk sesuatu yang dicintai oleh Allah dan diridhai Nya baik berupa perkataan, perbuatan, baik yang tampak maupun tidak tampak (yang lahir dan batin)

Menurut definisi diatas, ibadah memiliki pengertian yang luas, mencakup seluruh aspek kehidupan manusia.

Pembagian Ibadah

Ibadah dalam Islam jika ditinjau dari unsur kemurnian atau tidaknya dibagi menjadi dua bagian, yaitu:

Ibadah Mahdhah (Murni Ibadah)

Ibadah mahdah adalah ibadah murni atau dapat disebut dengan ibadah ritual. Ciri ibadah mahdhah adalah tata cara, waktu atau bilangannya sudah ditentukan aturannya dengan rinci oleh Allah dan Rasul Nya baik didalam Al-Quran maupun As-sunnah. Ibadah mahdhah juga merupakan ibadah yang disyari’atkan murni dan khusus mendekatkan diri kepada Allah. Ciri lainnya bahwa ibadah mahdhah umumnya hikmah, makna dan maksudnya tidak dapat dipahami oleh akal manusia.

Baca juga:  Hukum Sholat Dua Rakaat Ringan Sebelum Sholat Tarawih

Contoh ibadah mahdhah misalnya ibadah sholat. Aturan sholat telah dijelaskan secara rinci dalam syari’at baik waktu, cara, bilangan dan lainnya. Ibadah sholat juga diperuntukan murni untuk pendekatan diri kepada Allah ta’ala bukan untuk hal duniawi. Kemudian sholat juga tidak dipahami hikmah dan maknanya secara pasti oleh akal manusia, seperti kenapa rak’at sholat subuh dua raka’at, kenapa tidak tiga, kemudian kenapa gerakannya sedemikian rupa dan lain sebagainya.

Contoh ibadah mahdhah seperti sholat, zakat puasa, haji dan ibadah lainnya yang tata cara, waktu, tempat, bilangan atau jenisnya sudah tertentu.

Ibadah mahdhah yang aturan dan ketentuannya sudah dijelaskan secara rinci harus mengikuti petunjuk atau dalil dari Quran dan Sunnah. Melakukan ibadah mahdhah tanpa petunjuk dari Quran dan Sunnah adalah perbuatan bid’ah atau inovasi dalam ibadah yang terlarang.

Contoh bid’ah dalam ibadah mahdhah seperti seseorang sholat subuh 3 raka’at, karena jumlah raka’at sholat subuh sudah ditentukan didala syari’at yaitu 2 raka’at, maka menyelisihi ketentuan syari’at dalam ibadah adalah perilaku bid’ah. Contoh lain seperti melaksanakan haji ke selain kota suci Makkah, atau melakukan haji pada selain bulan haji. Karena waktu dan tempat haji sudah ada ketentuannya dalam Islam, maka tidak boleh mengada-ada sesuatu yang menyalahi ketentuan.

Selain itu, syarat agar ibadah diterima adalah harus dilakukan dengan penuh keikhlasan. Ikhlas artinya melakukan sesuatu murni hanya mengharap ridha Allah, bukan karena hal-hal lain.

Baca juga:  26 Kosa Kata Bahasa Inggris Serapan dari Bahasa Arab

Ibadah Ghairu Mahdhah 

Adalah kebalikan dari ibadah mahdhah yang ketentuannya tidak dijelaskan secara rinci didalam Quran dan Sunnah. Jenis ibadah ghairu mahdhah sangat luas, mencakup seluruh segala sisi kehidupan manusia. Segala aktifitas manusia dapat bernilai ibadah jika dilakukan dengan niat ikhlas karena Allah.

Berbeda dengan ibadah mahdhah, Ibadah ghairu mahdhah pada umumnya tidak disebutkan aturan detailnya dari Quran dan Sunnah, seperti perintah untuk bersedekah. Sedekah adalah ibadah yang tidak ada ketentuan waktu, jumlah nya secara khusus, maka seseorang boleh bersedekah kapan saja dan berapa saja.

Kegiatan manusia sehari-hari yang hukumnya mubha (boleh) seperti makan, minum dan tidur juga dapat bernilai ibadah jika disertai dengan niat yang benar. Misalnya tidur dengan niat agar ketika bangun bisa melaksanakan ibadah dengan lebih giat, begitu juga dengan makan, minum dan hal-hal lainnya.

Bagikan artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •