hosting dan domain murah niaga hoster 03

Ucapan dan Perbuatan yang Menyebabkan Murtad, Keluar Dari Islam

Ucapan dan Perbuatan yang Menyebabkan Murtad, Keluar Dari Islam- Berikut ini kami akan membahas beberapa keyakinan, ucapan dan perbuatan yang membuat seorang murtad. Silahkan baca sampai selesai, terutama penjelasan kami diakhir pembahasan supaya tidak terjadi salah faham, karena kebanyakan orang salah faham karena tidak membaca informasi secara utuh alias sepotong-sepotong.

Pertanyaan: Apa saja amalan yang apabila dilakukan oleh seorang Muslim menjadikan dia murtad (keluar) dari agama Islam?

Jawab: Segala puji dan syukur hanya bagi Allah..

Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullah bin Baaz Rahimahullah berkata:

Ketahuilah wahai Muslim, bahwa Allah telah mewajibkan bagi seluruh manusia untuk masuk kedalam Islam, berpegang teguh dengannya dan mengecam segala sesuatu yang menyelisihinya.

Allah telah mengutus Nabi Nya Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam untuk mendakwahkan hal itu, dan Allah ‘Azza wa Jalla mengabarkan bahwa siapa saja yang mengikutinya sungguh ia telah mendapat petunjuk dan siapa yang berpaling darinya sungguh ia telah sesat.

Dan Allah di dalam banyak ayat telah mengancam dari sebab-sebab yang membuat seorang murtad, seluruh jenis kesyirika dan kekafiran.

Keyakinan, Ucapan dan Perbuatan yang Menyebabkan Murtad, Keluar Dari Islam

Para ulama rahimahumullah telah menyebutkan dalam pembahasan hukum murtad, bahwa seorang Muslim bisa jadi murtad dari agamanya dengan berbagai jenis pembatal (keislaman) yang membuat darah dan hartanya halal(1) dan mengeluarkannya dari Islam.

Diantara hal tersebut yang paling berbahaya dan paling banyak terjadi, adalah 7 (tujuh) pembatal (keislaman) yang disebutkan oleh Syaikhul Islam Muhammad bin ‘Abdil Wahhab dan ulama-ulama selain beliau -semoga Allah merahmati mereka semua- yang akan kami sebukan berikut ini secara ringkas, agar engkau dan selainmu mewaspadainya, dan berharap keselamatan dan penjagaan darinya, juga kami jelaskan sedikit tambahan setelahnya.

1. Berbuat Syirik

Berbuat syirik (menyekutukan) Allah dalam beribadah, Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَاءُ

“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya.” (QS. An-Nisa : 116)

 

Dan berfirman,

 إِنَّهُ مَن يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ ۖ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ

“Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.” (QS. Al-Maidah : 72)

Diantara contoh amalan kesyirikan adalah berdoa kepada orang mati, meminta tolong kepada mereka, bernadzar dan menyembelih (hewan) untuk mereka seperti orang yang menyembelih untuk (sesajen) kepada Jin atau kuburan.

2. Menjadikan Perantara Antara Dirinya dan Allah

Siapa yang menjadikan perantara diantaranya dengan Allah, lalu ia berdoa kepada mereka, meminta mereka syafa’at (pertolongan) dan bertawakkal kepada mereka, mereka telah kafir menurut ijma’ (kesepakatan) para ulama.

3. Tidak Mengkafirkan Orang Musyrik

Telah kafir orang yang tidak mengkafirkan orang musyrik, atau ragu terhadap kekafiran mereka atau membenarkan jalan (madzhab/agama) mereka, maka ia telah kafir.

4. Meyakini Selain Petunjuk Nabi

Siapa yang meyakini bahwa ada petunjuk selain petunjuk Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang lebih sempurna dari petunjuknya, atau hukum selainnya lebih baik dari hukumnya, seperti orang yang lebih mengutamakan hukum thoghut-thogut(2) diatas hukumnya, maka ia telah kafir.

5. Membeci Ajaran Nabi

Siapa yang membenci sesuatu dari apa yang dibaw oleh Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sekalipun ia mengamalkannya (tapi benci) maka ia telah kafir, ini sesuai firma Allah Ta’ala,

ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ كَرِهُوا مَا أَنزَلَ اللَّهُ فَأَحْبَطَ أَعْمَالَهُمْ

“Yang demikian itu adalah karena Sesungguhnya mereka benci kepada apa yang diturunkan Allah (Al Quran) lalu Allah menghapuskan (pahala-pahala) amal-amal mereka.” (QS. Muhammad : 9)

6. Mengolok-olok Ajaran Agama

Barangsiapa yang merendahkan sesuatu dari agama Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam baik itu ajaran mengenai pahala atau mengenai siksa (dan lainnya), maka ia telah kafir. Dalilnya ialah firman Allah Ta’ala,

وَلَئِن سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ ۚ قُلْ أَبِاللَّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ

Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan manjawab, “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja”. Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?”

لَا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُم بَعْدَ إِيمَانِكُمْ ۚ إِن نَّعْفُ عَن طَائِفَةٍ مِّنكُمْ نُعَذِّبْ طَائِفَةً بِأَنَّهُمْ كَانُوا مُجْرِمِينَ

Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. Jika Kami memaafkan segolongan kamu (lantaran mereka taubat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa. (QS. At-Taubah: 65,66)

7. Sihir

Terlibat dalam perbuatan sihir, diantaranya sihir yang membuat orang bercerai dan saling benci dan sihir yang membuat orang saling cinta (pengasihan), siapa yang melakukan ini atau rela dengannya maka ia telah kafir. Dalilnya ialah firman Allah Ta’ala,

وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّىٰ يَقُولَا إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا تَكْفُرْ

 sedang keduanya tidak mengajarkan (sihir) kepada seorangpun sebelum mengatakan: “Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir” (QS. Al-Baqarah: 102)

8. Membantu Kafir Untuk Melawan Muslim

Telah kafir orang yang bekerja sama orang musyrik dan menolong mereka untuk melawan orang muslim.  Dalilnya ialah firman Allah Ta’ala,

 ۚ وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ
“Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Maidah: 51)

9. Meyakini Bahwa Ada Sebagian Orang yang Boleh Keluar dari Syari’at Muhammad

Barangsiapa yang meyakini bahwa ada sebagian orang yang boleh keluar (tidak mengamalkan) Syari’at Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sebagaimana bolehnya Nabi Khidhir keluar dari Syari’at Nabi Musa ‘Alaihissalam maka ia telah kafir, sebagaimana firman Allah Ta’ala,

وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (QS. Ali-Imran: 85)

10. Berpaling dari Agama Allah

Berpaling dari agama Allah, tidak mempelajarinya dan tidak mengamalkannya,  Dalilnya ialah firman Allah Ta’ala,

وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّن ذُكِّرَ بِآيَاتِ رَبِّهِ ثُمَّ أَعْرَضَ عَنْهَا ۚ إِنَّا مِنَ الْمُجْرِمِينَ مُنتَقِمُونَ

“Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya, kemudian ia berpaling daripadanya? Sesungguhnya Kami akan memberikan pembalasan kepada orang-orang yang berdosa.” (QS. As-Sajdah: 22)

Tidak ada perbedaan semua pembatal keislaman diatas antara orang yang tidak sungguh-sungguh dalam melakukannya (hanya bermain dan bercanda), orang sungguh-sungguh, atau orang melakukannya karena takut, kecuali orang yang melakukannya karena dipaksa maka tidak kafir.

Semua hal diatas sangat berbahaya dan paling banyak terjadi, maka wajib bagi seorang Muslim untuk berhati-hati, dan takut hal itu terjadi atas dirinya, kita berlindung kepada Allah dari hal-hal yang mengundang murka-Nya, pedihnya siksa Nya, dan semoga shalawat tercurah kepada sebaik-baik makhluk Nya Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. (Syaikh bin Baz)

Penjelasan Tambahan

Termasuk pada poin ke empat dari penyebab seseorang murtad ialah: Siapa yang meyakini bahwa sistem dan undang-undang buatan manusia lebih baik dari Syari’at Islam atau menyamainya atau meyakini bolehnya berhukum dengannya sekalipun ia meyakini bahwa hukum syari’at lebih utama, atau meyakini bahwa sistem Islam tidak cocok diterapkan pada abad 20, atau meyakini bahwa ia adalah sebab terbelakangnya kaum muslimin, atau meyakini bahwa ia hanya untuk hubungan individu dengan Tuhannya dan tidak ada hubungannya dengan urusan duniawi lainnya, maka ia telah kafir.

Dan termasuk juga pada poin ke empat dari penyebab seseorang murtad ialah: siapa yang berpendapat bahwa menjalankan hukum Allah seperti potong tangan bagi pencuri, atau hukum rajam bagi pezina Muhshon (yang telah atau pernah menikah) tidak lagi relevan di zaman sekarang.

Dam termasuk juga, setiap orang yang meyakini bolehnya berhukum dengan selain Syari’at Allah dalam muamalah, atau hukum hudud (hukum kriminal) dan hukum-hukum lain, sekalipun ia tidak meyakini bahwa hukum-hukum itu lebih baik dari hukum Syari’ah, karena dengan demikian ia telah membolehkan apa yang diharamkan oleh Allah Ta’ala secara ijma’ (kesepakatan para ulama) dan barangsiapa yang membolehkan apa yang diharamkan oleh Allah dari sesuatu yang keharamannya telah maklum dalam agama (tanpa perlu penelitan mendalam) seperti haramnya zina, khamr (minuman memabukkan) riba, dan hukum selain hukum Allah maka ia telah kafir berdasarkan ijma’ ulama kaum muslimin.

Dan kami memohon kepada Allah kiranya Ia memberi kita semua tawfiq kepada apa yang ia ridhai, dan menunjukkan kita dan semua kaum muslimin kepada jalan yang lurus, sesungguhnya Ia Maha Mendengar dan Maha Dekat, dan semoga shalawat dan salam tercurah kepada Nabi kita Muhammad, keluaga dan para sahabatnya.

Penting:

Walaupun hal-hal diatas dan lainnya dapat membuat orang murtad dan kafir, tapi tidak sembarangan orang boleh menghukumi orang muslim tertentu murtad dan kafir. Menghukumi seseorang murtad ada ketentuannya tersendiri, dan ini adalah tugas para ulama, bukan orang awam, karena ada penyebab-penyebab yang menghalangi seseorang untuk dihukumi kafir diantaranya kebodohan dll.

Catatan kaki:

(1) Dalam Islam, hukum orang murtad ialah hukum mati, tapi hukum ini ditegakkan oleh pemerintah bukan oleh individu maupun kelompok tertentu, tidak ada konsep main hakim sendiri dalam Islam. Hukum bagi orang yang murtad ini bukan berarti Islam anti kebebasan berkeyakinan, karena dalam Islam tidak boleh ada pemaksaan dalam memeluk agama. Memeluk agama Islam harus dari hati dan keyakinan, oleh karena itu diberlakukan hukum yang keras bagi orang murtad dari Islam agar agama tidak dijadikan mainan dan dijadikan tempat keluar masuk sesuka hati orang, sehingga wibawa agama itu hilang di hati orang. Wibawa agama harus dijaga karena ia adalah hukum dan keadilan, dalam semua ideologi hukum (supremasi hukum) itu harus dijaga wibawanya dan tidak boleh diremehkan, oleh karena itu dalam Islam ada hukum yang keras bagi mereka yang meremehkan agama diantaranya adalah hukum murtad. Baca juga artikel: Rahasia Tujuan Syariat Islam (Maqashid Syariah)

(2) Thoghut adalah segala sesuatu yang disembah selain Allah. Thogut lebih umum, termasuk kedalamnya penyembahan terhadap ide tertentu dll.

 

Referensi: https://islamqa.info

 

Artikel Lainnya:

Umar Pernah Membunuh Anak Perempuannya: Cerita Palsu!

Adab Makan Dalam Islam: Rahasia Sehat Ala Nabi!

Bolehkah Bertanya Alasan dan Hikmah dari Hukum Syari’at?

Hosting Unlimited Indonesia