hosting dan domain murah niaga hoster 03

Umar Pernah Membunuh Anak Perempuannya: Cerita Palsu!

Pertanyaan: Aku ingin bertanya tentang kebenaran kisah Umar bin Khattab Radhiyallahu’anhu pernah membunuh anak perempuannya (putrinya) dengan cara menguburnya hidup-hidup? Tolong jelaskan ceritanya secara rinci.

Jawab: Segala puji dan syukur bagia Allah Ta’ala…

Kami dapat memastikan bahwa tidak benar kisah yang menyebutkan bahwa Umar bin Khattab Radhiyallahu’anhu pernah membunuh anak perempuannya (putrinya)(1) dengan cara menguburnya hidup-hidup pada masa Jahiliyah(2) (sebelum kedatangan Islam). Ini berdasarkan alasan-alasan berikut ini:

  1. Kisah pembunuhan ini tidak disebutkan didalam kitab-kitab sunnah, hadits, ataupun kitab-kitab Atsar dan Tarikh (sejarah) dan tidak diketahui sumbernya kecuali cerita bohong yang disebarkan oleh Syi’ah Rafidhah yang memang benci kepada Umar bin Khattab.
  2. Jika kebiasaan mengubur anak perempuan tersebar pada Bani ‘Ady (3) bagaimana mungkin Hafsah putri Umar bin Khattab Radhiyallahu’anhuma lahir dimasa jahiliah tepatnya lima tahun sebelum diutusnya Nabi Shallallahu’alaihiwasallam dan ia tidak dikubur hidup-hidup olehnya?! Ini, tidak ragu, menunjukkan bahwa mengubur anak perempuan bukanlah kebiasaan Umar bin Khattab Radhiyallahu’anhu dimasa Jahiliah. (Lihat biografi Ummul-Mu’minin Hafshah Radhiyallahu’anha Al-Ishobah, Ibnu Hajar 7/582)
  3. Kami telah menemukan sebuah khabar yang mengisyaratkan bahwa Umar bin Khattab Radhiyallahu’anhu tidak pernah melakukan penguburan anak perempuan, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Nu’man bin Basyir Radhiyallahu’anhu  ia berkata: Aku mendengan Umar bin Khattab berkata: dan ia ditanya tentang firman Allah Ta’ala, (وَإِذَا الْمَوْءُودَةُ سُئِلَتْ) dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya,” (QS. At-Takwir: 8) ia berkata: Qais bin ‘Ashim datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan berkata: “Sesungguhnya aku mengubur delapan putriku hidup-hidup di masa jahiliah” Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Bebaskan seorang budak untuk setiap putrimu yang kau kubur.” ia berkata: “Aku seorang peternak unta”, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Jika engkau ingin, hadiahkan seekor unta yang gemuk untuk setiap putrimu tsb.” (HR. Bazzar 1/60 dan Ath-Thabrani dalam Mu’jam-Al-Kabir 18/337) Al-Haitsami berkata: Perawi-perawi Al-Bazzar adalah perawi-perawi shahih selain Husain bin Mahdi Al-Aili dia adalah perawi tsiqah. (Lih. Majma’ Az-Zawaid 7/283) dan hadits ini dishahihkan oleh Al-Albani dalam As-Silsilah Ash-Shahihah nomor 3298). Hadits ini mengisyaratkan -yang diriwayatkan oleh Umar bin Khattab Radhiyallahu’anhu – tentang tebusan (kaffarat) bagi orang yang pernah melakukan pembunuhan bayi perempuannya di masa jahiliah, kenapa Umar bin Khattab tidak menyebutkan perbuatan tersebut atas dirinya, tetapi ia justru meriwayatkan tentangya dari perbuatan Qais bin ‘Ashim, ini menunjukkan bahwa perbuatan membunuh putri dengan mengubur mereka hidup-hidup tidak pernah dilakukan ‘Umar Radhiyallahu’anhu.
  4. Dan seandainya pun benar bahwa ia pernah melakukan hal itu, maka perbuatan seseorang dimasa Jahiliah telah diampuni, karena Islam menghapuskan dosa-dosa sebelumnya. Jika Allah mengampuni perbuatan syirik dan pengembahan berhala yang pernah dilakukan oleh banyak para sahabat pada masa Jahiliah (maupun sebelum mereka masuk Islam), bagaimana halnya dengan dosa membunuh bayi wanita.?

Doktor Abdussalam bin Muhsin Alu ‘Isa berkata:

Adapun Umar Radhiyallahu’anhu disebutkan bahwa ia pernah mengubur putrinya hidup-hidup dimasa jahiliah, tapi aku tidak menemukan orang yang meriwayatkan hal itu dari Umar dari referensi-referensi yang aku teliti, akan tetapi aku mendapatkan ustadz ‘Abbas Mahmud Al-‘Aqqad mengisyaratkan hal ini didalam kitabnya ” ‘Abqariyatu ‘Umar “ (hal. 221) ia berkata yang ringkasnya: Bahwasnya Umar Radhiyallahu’anhu pernah suatu hari duduk-duduk dengan sebagian sahabat-sahabatnya, ia tertawa sebentar, kemudian menangis, sebahagian orang yang hadir bertanya, ia menjawab: Dulu kami di masa Jahiliyah membuat patung berhala dengan kurma, lalu kami menyembahnya dan memakannya, ia sebab aku tertawa, adapun sebab aku menangis, karena dahulu aku memiliki putri, lalu aku ingin menguburnya hidup-hidup, aku membawanya bersamaku, lalu aku gali untuknya sebuah lubang, ketika itu ia membersihkan debu dari jenggotku, kemudian aku menguburnya hidup-hidup.

Al-‘Aqqad meragukan cerita keshahihan cerita ini, karena perbuatan membunuh putri dengan mengubur mereka hidup-hidup bukanlah kebiasaan yang tersebar luas pada orang Arab waktu itu, demikian juga hal itu tidak tersebar pada Bani ‘Ady, tidak pula keluarga Al-Khattab dimana Fathimah saudari Umar berasal, demikian juga Hafshah putri tertua ‘Umar, dimana ‘Umar diberi gelar Abu Hafshah dari namanya, dan Hafshah telah lahir lima tahun sebelum diutusnya Nabi dan Umar tidak menguburnya, lalu bagaimana bisa putrinya yang lebih muda bisa dikubur seperti yang diklaim? Kenapa kisahnya (putri yang dikubur ini) kisahnya terputus dan tidak disebutkan oleh seorangpun dari saudara-saudara dan saudari-saudarinya, tidak pula seorangpun dari paman dan bibnya mengisahkannya.

(دراسة نقدية في المرويات في شخصية عمر بن الخطاب وسياسته الإدارية ” (1/111-112)

Wallahu’alam..

 

CATATAN KAKI:(1) Membunuh bayi perempuan dengan cara menguburnya hidup-hidup adalah kebiasaan sebagian orang Arab pada masa Jahiliyah. Alasan mereka melakukan itu, karena menurut mereka anak perempuan merupakan aib bagi keluarga, dan jika hidup hanya akan menjadi beban dan membuat malu keluarga. Sebaliknya, mereka sangat berbangga jika yang lahir adalah anak laki-laki, karena anak laki-laki menurut mereka akan mewariskan kebanggaan keluarga dan sukunya. Perbuatan biadab ini kemudian dihapuskan oleh Islam, bahkan Islam memberi kebanggaan bagi mereka yang memiliki banyak anak perempuan dan bisa mendidik mereka dengan baik.

(2) Jahiliyah adalah istilah untuk masa sebelum Islam datang, Jahiliyah artinya kebodohan, disebut kebodohan karena pada masa tersebut kebodohan begitu tersebar, diataranya penyembahan berhala, banyak terjadi perang antar suku hanya karena masalah sepela, dll.

(2) Bani ‘Ady adalah sub-suku dari kabilah Quraisy, dan Umar bin Khattab berasal dari Bani ‘Ady

Hosting Unlimited Indonesia