Umrah di Bulan Ramadhan seperti Haji? ini Faktanya

Umrah di Bulan Ramadhan seperti Haji?- Bulan Ramadhan adalah anugrah kepada ummat Nabi Muhammad shallallau’alaihi wa sallam dimana amal ibadah pada bulan ini akan digandakan pahalanya oleh Allah ta’ala.

Allah maha adil dan mengetahui bahwa umur ummat akhir zaman itu pendek, oleh karena itu, Allah menjadikan buat ummat ini waktu-waktu tertentu yang amalnya dilipat gandakan, sehingga kita bisa mengejar bahkan melampaui ummat terdahulu yang umurnya panjang dan amalnya banyak.

Pada bulan Ramadhan, amal yang biasa menjadi luar biasa, amal sunnah diberi pahala seperti amal wajib, dan amal wajib dilipatkan lagi pahalanya lebih banyak lagi.

Terkhusus umrah di bulan Ramadahan, ada sebuah hadits yang menyebutkan keutamaanya secara khusus, yaitu:

عن عبد الله بن عباس رضي الله عنهما أن النبي -صلى الله عليه وسلم- قال لامرأة من الأنصار يقال لها أم سنان: ((إذا جاء رمضان فاعتمري، فإن عمرة فيه تعدل حجة)). متفق عليه، وفي رواية لهما: ((حجة معي))

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu’anhuma bahwasanya Nabi shalallahu’alaihi wa sallam bersabda kepada seorang wanita dari Anshar yang digelari Ummu Sinan: “Jika telah datang bulan Ramadhan maka lakukakanlah umrah, karena umroh padanya setara dengan satu kali haji. (HR. Bukhari dan Muslim) dalam riwayat lainnya: “(Setara dengan) haji bersamaku”.

Berkata Al-munawi (4/361): “yakni, (umrah di bulan ramadan) menyamai dan menyerupai (haji) pada pahalanya, karena pahala diutamakan seiring keutamaan waktu, akan tetapi bukan berarti umrah di bulan Ramadhan tersebut menggugurkan kewajiban haji seseorang, ini berdasarkan ijma’  (konsensus).”

Hadits diatas menjadi dalil keutamaan umrah di bulan Ramadhan, dan bahwasanya setara dengan pahala satu kali haji, dalam riwayat lain disebutkan setara denga haji bersama Nabi shallallahu’alaihi wa sallam. Ini tidak hanya berlaku kepada wanita tersebut, melainkan umum kepada seluruh ummat islam.

Baca juga:  Hukum Menikah di Bulan Ramadhan, Bolehkah?

Ini merupakan diantara sebagian kebaikan Allah ta’ala  kepada hamba-hamba Nya dengan menjadika pahala umrah setara dengan pahala haji dengan masuknya bulan Ramadhan.

Ini juga menjadi dalil bawha pahala amal akan bertambah dengan bertambahnya kemulian waktu, sebagaimana juga akan bertamabah dengan hadirnya hati, dan ikhlasnya niat.

Allah subhanahu wa ta’ala adalah maha pemberi dan pengasih, Allah memberi kelebihan dengan apa saja yang dikehendaki Nya, kepada siapa yang dikehendaki Nya dan pada apa saja yang dikehendaki Nya, tiada siapapun yang bisa protes atas keputusan Nya, dan tiada siapapun yang bisa menolak keutamaannya.

Umrah di bulan Ramadahan dengan pahala haji dapat diperoleh dengan hanya sekedar datang ke Makkah melaksanakan manasik umrah saja, meskipun setelahnya ia langsung pulang dan tidak tinggal lama di Makkah.

Tapi, siapa yang diberi Allah tawfiq untuk tinggal lebih lama di Masjidil Haram pada bulan Ramadhan, untuk beramal sholeh, maka sungguh ia telah diberi keutamaan yang tidak dapat dihargai dengan baik kecuali oleh orang-orang yang sholeh yang mengerti betapa berharganya waktu dan tempat yang mulia.

Sholat di Masjidil Haram pahalanya melebihi masjid-masjidnya, dalilnya:

وعن جابر – رضي الله عنه – أنَّ رسولَ الله – صَلَّى الله عليه وسَلَّم – قال: صلاةٌ في مسجدي أفضل من ألف صلاةٍ فيما سواه، إلاَّ المسجد الحرام، وصلاةٌ في المسجد الحرام أفضل من مائة ألف صلاة فيما سواه

Dari Jabir radhiyallalahu’anhu bahwasanya Rasulullah shallallau’alaihi wa sallam bersabda:

Baca juga:  Hukum-Hukum Seputar I'tikaf

“Sholat di masjidku (masjid Nabawi) lebih utama seribu kali daripada masjid lainnya kecuali Masjidil Haram, dan sholat di Masjidil Haram lebih utama seratus ribu kali daripada sholat diselainnya.”(HR. Ahmad dan Ibnu Majah, Al-bushiri berkata di dalam Az-zawaid 1/453 bahwa isnad hadits ini shahih dan perawi-perawinya terpercaya (tsiqah), dan dishahihkan pula oleh Al-mundziri di dalam At-targhib wa at-tarhib 2/214)

Maka ini adalah kesempatan emas bagi orang-orang yang ingin mengumpulkan bekal pahala dan perbendaharaan untuk akhirat, dengan beribadah di tempat yang paling mulia, dengan amalan yang paling mulia, dan waktu yang paling mulia.

Lebih-lebih lagi jika Anda bisa beri’tikaf disana pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan, yang pada salah satu malamnya terdapat satu malam yang amal di dalamnya lebih baik dari pada amal seribu bulan, itulah malam lailatul qadar.

  إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ

وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ

تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ

سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan.
Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?
Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.
Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.
Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar. (QS. Al-Qadar : 1-5)

Baca juga:  Syarat Haji dan Umrah, Rukun, Wajib dan Sunnahnya (Disertai Dalil)

Demikian penjelasan ringkas tentang keutamaan umrah di bulan Ramadhan, semoga bermanfaat.

Referensi: www.alukah.net

Bagikan artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •