jual kurma curah impor dari uni emirat arab (UAE) grosir

14 Rukun Sholat yang Wajib Dipenuhi dan Dalilnya

  • admin 
14 rukun sholat

14 Rukun Sholat yang Wajib Dipenuhi dan Dalilnya – Shalat merupakan salah satu rukun islam yang wajib dikerjakan. Shalat juga adalah ibadah yang sangat penting dan merupakan salah satu sarana yang disyari’atkan oleh Allah untuk berkomunikasi dan munajat antara Allah dan hamba Nya. Shalat juga merupakan amalan yang paling pertama diperiksa di hari kiamat, jika amal sholat lolos hisab maka akan diperikasa amal ibadah lainnya, namun jika sholat tidak lolos hisab maka amal lainnya tidak akan diterima.

Maka mengetahui ilmu tentang sholat dan segala yang berkaitan dengannya sangat penting demi tegaknya salah satu rukun Islam ini di dalam hidup seorang muslim.

Dalam sholat ada pembagian yang perlu diketahui yaitu syarat, rukun, wajib dan sunnah sholat.

Sebenarnya pembagian syarat, rukun, wajib dan sunnah sholat ini tidak terdapat di dalam Al-Quran maupun Hadits. Pembagian ini dibuat oleh ulama berdasarkan pengamatan dan pengambilan hukum dari dalil-dalil Quran dan Hadits. Pembagian itu dibuat dalam rangka untuk memudahkan pemahaman dan proses belajar mengajar.

Ketika para ulama meneliti suatu masalah yang perintahnya sangat kuat, maka ini mereka sebagai rukun, jika perintahnya tidak terlalu kuat maka termasuk kategori wajib, kemudian jika perintahnya tidak kuat maka dikategorikan sebagai sunnah, dan seterusnya. Ilmu ini dapat dipelajari pada studi ushul fiqh (ilmu pokok-pokok fiqh)

Memahami macam-macam kategori sangat penting untuk mengetahui skala prioritas, terutama jika terjadi pertentangan diantara amalan-amalan, maka kita tahu mana yang harus didahulukan.

Pada tulisan ini kita akan membahas mengenai rukun sholat, pengertiannya, urgensinya dan 14 rukun sholat yang wajib dilaksanakan.

Pengertian Rukun Sholat

Rukun secara bahasa artinya sisi yang paling kokoh dari sebuah bangunan atau dapat diartikan juga dengan tiang, penyangga dan pokok. Maka rukun sholat  adalah ucapan dan perbuatan di dalam sholat yang menjadi pokok dan asas dari shalat.

Urgensi Rukun Sholat

Rukun sholat sangat penting diketahui dan diterapkan, karena sholat seseorang tidak sah jika salah satu rukunnya ditinggalkan. Sah dan tidaknya sholat tergantung pada penerapan rukun-rukun sholat dengan baik dan lengkap.

Rukun sholat harus dikerjakan dengan lengkap untuk keabsahan sholat. Sholat yang salah satu rukunnya ditinggalkan, baik sengaja atau tidak sengaja seperti lupa dan lainnya menjadi tidak sah dan sholatnya harus diulang ketika ingat.

Adapun jika salah satu rukun sholat terlupa, dan diingat ketika masih dalam sholat, maka raka’at yang kurang rukunnya harus diulang dan ditambahkan seketika itu juga, karena raka’at tersebut tidak terhitung disebabkan rukunnya tidak sempurna. Adapun jika seseorang mengingat ada rukun yang kurang setelah sholatnya selesai, maka sholatnya harus diulang dari awal.

Perbedaan antara wajib Sholat dan Rukun Sholat 

  • Wajib sholat gugur pengerjaannya apabila terlupa dan dapat ditutupi dengan sujud sahwi. Meskipun begitu sholat bisa batal apabila wajib sholat ini sengaja ditinggalkan.
  • Adapun rukun sholat tidak gugur meskipun lupa, dan harus dikerjakan ketika ingat. Jika seseorang lupa mengerjakan rukun sholat, kemudian mengingatnya ketika masih dalam sholat, maka ia harus menambahkan atau mengulang raka’at yang dilupakan rukunnya. Tapi, jika seseorang lupa mengerjakan rukun dan baru ingat setelah sholat selesai, maka sholat tersebut harus ia ulang dari awal.
Baca juga:  Hukum Sholat yang Telah Lama Ditinggalkan

14 Rukun Sholat yang Wajib Dipenuhi dan Dalilnya

Ada 14 rukun sholat yang mesti diterapkan pada sholat. Rukun-rukun ini terdiri dari gerakan, ucapan dan keadaan di dalam sholat. Berikut rinciannya:

Berdiri bagi yang Mampu pada Sholat Fardhu

Berdiri bagi orang yang mampu merupakan salah satu rukun dalam sholat fardhu. Bagi yang tidak mampu berdiri, boleh dengan duduk, jika tidak mampu maka berbaring dan seterusnya, ini berdasarkan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

صل قائماً فإن لم تستطع فقاعداً، فإن لم تستطع فعلى جنب

“Sholatlah dengan berdiri, jika engkau tidak mampu maka duduk,  dan jika engkau tidak mampu juga maka berbaring.” (HR. Bukhari)

Ibnu Hubairah berkata:

“Mereka (para ulama) sepakat bahwa berdiri di dalam sholat fardhu wajib dilakukan bagi orang yang mampu, dan bahwasanya meninggalkan berdiri padahal mampu maka sholatnya tidak sah.” (Al-Ifshah 1/122)

Takbiratul Ihram

Takbiratul ihram adalah takbir atau ucapan “Allaahu Akbar” pertama dan merupakan pembuka sholat.

Disebut dengan takbiratul ihram karena setelah melakukan takbir ini, maka telah haram bagi seseorang melakukan hal-hal yang tidak berkaiatan dengan sholat, seperti makan minum, ketawa, gerakan-gerakan diluar sholat dan lainnya. Ini sama dengan salah satu rukun haji yang pertama yaitu ihram, dimana setelah seseorang berihram maka telah haram untuknya segala hal yang bisa membatalkan dan merusak hajinya.

Takbiratul ihram dilakukan dengan mengucapkan takbir “Allaahu Akbar” sambil mengangkat kedua tangan sebahu. Mengangkat tangan itu sendiri bu

Dalil wajibnya takbiratul ihram adalah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, bahwa Nabi shallallahu’alaihiwasallam bersabda:

 إذا قمت إلى الصلاة فاستقبل القبلة فكبر

“Jika engkau telah berdiri untuk sholat maka menghadaplah ke kiblat kemudian bertakbirlah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Membaca Al-Fatihah

Membaca surat Al-Fatihah (yaitu surat pertama pada urutan mushaf) pada setiap raka’at adalah salah satu rukun sholat yang sangat penting, bahkan Nabi shallallahu’alihi wa sallam bersabda:

“Tidak ada (tidak sah) sholat bagi orang yang tidak membaca (surat) pembuka Kitab (Al-fatihah)”

Ruku’

Ruku’ adalah salah satu rukun sholat yang wajib dilaksanakan, caranya adalah dengan membungkukkan badan, kedua tangan bertumpu pada kedua lutut (seolah menggenggamnya), posisi kepala, punggung dan pinggang lurus sejajar, dan mata memandang kebawah pada tempat sujud.

Dalil wajibnya ruku’, firman Allah subhanahu wa ta’ala:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ ۩

“Hai orang-orang yang beriman, ruku’lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan.” (QS. Al-Haj:77)

Bangkit dari Ruku’ dan ‘Itidal

Bangkit dari ruku’ dan ‘itidal yaitu berdiri tegak merupakan salah satu rukun sholat. Dalilnya adalah sebuah hadits yang lumayan panjang yang menerangkan tentang tatacara sholat, diantaranya berbunyi:

Baca juga:  Hukum Memakai Pakaian yang Ada Gambar Bernyawa dan Sholat di Ruangan Bergambar

.. ثم اركع حتى تطمئن راكعاً ثم ارفع حتى تعتدل قائماً..

“…Kemudian ruku’ lah sampai engkau ruku’ dengan tenang, kemudian bangkitlah sampai berdiri dengan sempurna (‘itidal)..” (HR. Bukhari dan Muslim)

dan hadits

” لا تجزئ صلاة لا يقيم الرجل صلبه في الركوع والسجود ” رواه أحمد وأبو داود والترمذي وصححه

“Tidak sah sholat orang yang tidak menegakkan (meluruskan) tulang sulbi (tulang punggungnya) didalam ruku’ dan sujud.” (HR. Ahmad, Abu Dawud dam At-Turmudzi dan ia menyatakan hadits ini shahih)

Hadits ini sekaligus menjadi dalil tentang wajibnya sujud

Sujud

Sujud merupakan salah satu rukun sholat yang sangat penting dan tidak boleh ditinggalkan. Dalilnya adalah firman Allah ta’ala seperti yang telah kami sebutkan pada rukun ruku’ (QS. Al-haj : 77)

Caranya adalah dengan menempelkan 7 anggota sujud ke lantai. Tujuh anggota sujud yang harus menempel pada lantai adalah:

  • Dahi (dengan ujung hidung)
  • Kedua telapak tangan
  • Kedua lutut
  • Kedua ujung kaki

Tidak sempurna sujud seseorang yang tidak menempelkan ketujuh anggota sujud tersebut ke lantai, ini berdasarkan hadits Nabi shallallahu’alaihiwasallam:

أمرنا أن نسجد على سبعة أعضاء، الجبهة وأشار بيده إلى أنفه، والكفين، والركبتين، وأطراف القدمين ” متفق عليه

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma, bahwasanya Nabi shallallahu’alaihiwasallam bersabda:

“Kami diperintahkan untuk sujud diatas tujuh anggota tubuh, yaitu: kening dan beliau sambil menunjuk kepada hidung nya, dan kedua telapak tangan, kedua lutut, dan kedua ujung kaki.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Bangkit dari Sujud dan Duduk diantara Dua Sujud

Bangkit dari sujud dan duduk diantara dua sujud merupakan rukun sholat yang juga mesti dilakukan, sebagian ulama ada yang menjadikannya dua rukun, yaitu bangkit dari sujud sebagai satu rukun dan duduk diantara dua sujud sebagai satu rukun lainnya.

Diantara dalilnya:

حديث عائشة: ” كان النبي صلى الله عليه وسلم إذا رفع رأسه من السجود لم يسجد حتى يستوي قاعداً ” رواه مسلم.

Hadits ‘Aisyah radhiyallahu’anha berkata: “Adalah Nabi shallallahu’alaihiwasallam apabila beliau mengangkat kepalanya dari sujud, beliau tidak langsung sujud kembali sampai duduk dengan tegak dan sempurna.” (HR. Muslim)

Duduk Tasyahhud Akhir

Sebagian orang menjadikan ini satu rukun dengan tasyahhud akhir, tapi pendapat yang lebih kuat bahwa duduk tasyahhud akhir merupakan rukun sholat tersendiri, karena jika seseorang bertasyahhud tapi dalam keadaan berdiri maka sholat dan tasyahhudnya tidak sah.

Tasyahhud Akhir

tasyahhud akhir adalah ucapan “Attahiyatu Lillah..” sampai akhir dzikir. Ada dua tasyahhud pada sholat fardhu yang memiliki jumlah raka’at 3 dan 4, yang merupakan rukun sholat adalah tasyahhud yang kedua atau yang terakhir, sedangkan tasyahhud pertama, menurut pendapat yang lebih kuat, tidak termasuk rukun, namun hanya kewajiban sholat. Artinya jika seseorang lupa melakukan tasyahhud awal maka sholatnya tidak batal, dan ia tidak perlu mengulang tasyahhud tersebut, hanya saja ia harus menutupinya dengan sujud sahwi. Adapun sholat yang berjumlah 2 raka’at hanya ada satu tasyahhud yang sekaligus merupakan rukun sholat.

Diantara dalilnya adalah hadits Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

” إذا قعد أحدكم في صلاته فليقل: التحيات لله… ” متفق عليه.

“Jika salah seorang diantara kalian telah duduk (tahiyat) hendaknya berkata: “Attahiyaatu lillah..” (HR. Bukhari dan Muslim)

Bershalawat Kepada Nabi pada Tasyahhud Akhir

Sholawat pada  Nabi di tasyahhud akhir merupakan salah satu rukun sholat yang tidak boleh ditinggalkan.

Baca juga:  Tidak Thuma'ninah, Kesalahan yang Bisa Membatalkan Sholat (1)

Mengucapkan Dua Salam

Yaitu mengucapkan “Assalaamu’alaikum warahmatullaah” sambil menoleh ke kanan dan mengucapkan “Assalaamu’alaikum warahmatullaah” sambil menoleh ke kiri.

Thuma’ninah

Thuma’ninah merupakan salah satu rukun sholat yang sering dilanggar oleh kebanyakan orang. Thuma’ninah adalah tenang dan tidak terburu-buru ketika melaksanakan rukun-rukun sholat.

Diantara dalil wajibnya thuma’ninah dalam sholah adalah hadits berikut:

حديث حذيفة: ” أنه رأى رجلاً لا يتم ركوعه ولا سجوده، فلما قضى صلاته دعاه، فقال له حذيفة: ما صليت ولومت مت على غير الفطرة التي فطر الله عليها محمداً صلى الله عليه وسلم ” رواه البخاري.

Bahwasanya Hudzaifah radhiyallahu’anhu pernah melihat seorang (sholat) yang tidak menyempurnakan ruku’ dan sujudnya. Setelah orang itu selesai, ia memanggilnya, lalu Hudzaifah berkata padanya: “Engkau (sesungguhnya) belum sholat, dan seandainya engkau mati, maka engkau mati bukan diatas fithrah yang Allah telah fithrahkan Muhammad shallallahu’alaihiwasallam diatasnya.” (HR. Bukhari)

Ibnu Taimiyah berkata:

“Dan juga tidak dinamakan ruku’ dan sujud dalam bahasa Arab kecuali jika ia telah tenang ketika menunduk, dan ketika meletakkan keningnya diatas tanah. Adapun sekedar merendah lalu bangkit begitu saja, bukanlah dinamakan ruku’ bukan pulas sujud, siapa yang menamakannya ruku’ dan sujud maka sungguh ia telah keliru dalam memahami bahasa Arab.” (Majmu’ Fatawa 22/569)

Kadar Minimal Thuma’ninah:

Menurut pendapat yang lebih kuat (rajih) kadar minimal thuma’ninah ialah sampai ia menyelesaikan bacaan atau dzikir wajib pada sholat dengan kecepatan bacaan normal.

Tertib

Tertib adalah mengerjakan semua rukun diatas secara tertib atau berurutan, dan tidak boleh melakukan rukun secara acak, atau mendahulukan yang seharusnya diakhirkan. Contoh, tidak boleh mendahulukan sujud sebelum ruku’, atau mendahulukan ‘itidal sebelum ruku’ dan lainnya.

Penutup

Demikian penjelasan ringkas tentang rukun-rukun sholat yang wajib dilakukan. Mempelajari rukun-rukun sholat adalah keharusan, karena sah dan tidaknya shalat seseorang tergantung pada sempurna atau tidaknya rukun sholat seseorang. Untuk rinciannya Anda bisa dapatkan infonya pada buku-buku tentang sholat, dan usahakanlah selalu agar mempelajari ilmu agama terutama sholat dengan dalilnya yang shahih, karena Raulullah shallallahu’alaihiwasallam pernah bersabda:

صلوا كما رأيتموني أصلي

“Sholatlah kalian sebagaimana melihat aku sholat.” (HR. Bukhari)

Pada dasarnya semua yang dilakukan Nabi shallallahu’alaihiwasallam  dalam sholatnya mesti kita contoh. Karena beliau adalah teladan kita dalam beragama. Kita mempelajari tentang rukun, syarat, sunnah, wajib dan lainnya, bukan berarti untuk bermalas-malasan dan hanya melakukan yang wajib saja. Seorang yang beriman harus memiliki jiwa berlomba-lomba untuk kebajikan dan selalu mencapat peringkat yang tertinggi dalam kebaikan.

 

Referensi:

https://www.alukah.net/sharia/0/108731/