Hosting Unlimited Indonesia

Arti dan Makna Kata Qiyas

  • admin 
ganja haram Arti dan Makna Kata Qiyas

Arti dan Makna Kata Qiyas– Pertanyaan: Apa makna Qiyas dalam istilah syari’at Islam? Apa saja rukunnya dan sejauh mana ia bisa dijadikan sebagai dalil?

Jawab: 

Segala puji bagi Allah, sholawat dan salam atas Rasulullah, keluarga dan sahabat-sahabat beliau..

Qiyas dari segi bahasa bermakna: pertimbangan dan persamaan. Ibnu Manzhur dalam kitab kamusnya Lisaanul ‘Arab berkata: “Mengqiyaskan sesuatu dengan yang lainnya… (bermakna) mempertimbangkan, mencocokkan dan menyamakan sesuatu tersebut dengan yang semisalnya.”

Adapun menurut para ulama, Qiyas bermakna: sebuah cara berdalil, dimana seorang mujtahid berdalil dengan melihat ‘illat (sebab/alasan) dari sebuah hukum yang ada dalil nash atau ijma’ nya, kemudian ia menyamakan hukumnya dengan hukum suatu masalah yang tidak ada dalil nashnya atas dasar kesamaan ‘illat diantara keduanya.

Adapun rukun Qiyas ada empat, yaitu:

  1. Adanya Pokok (Ashl) “Musyabbah bihi” atau sesuatu yang dijadikan patokan Qiyas yaitu suatu masalah yang ada nash (Quran dan Sunnah) atau ijma’ nya.
  2. Adanya cabang (far’) yaitu suatu masalah yang ingin diketahui hukumnya karena tidak terdapat dalil baik dari nash atau ijma’ nya
  3. ‘Illat, yaitu suatu sebab atau alasan hukum yang menghubungkan antara pokok dengan cabang diatas.
  4. Hukum pokok (Hukm Al-ashl) adalah hukum syar’i pada permasalahan pokok yang terdapat dalil Nash ataupun Ijma’ nya
Baca juga:  Rahasia Tujuan Syari'at Islam (Maqashid Sy'ariah)

Contoh Qiyas

Haramnya menghisap ganja atau obat terlarang lainnya.

Penjelasan

Hukum haramnya menghisap ganja adalah diambil dari Qiyas karena pada zaman Nabi tidak ada ganja sehingga tidak terdapat Nash yang menjelaskan hukumnya. Ketika ganja ditemukan dan dijadikan sebagai bahan untuk mabuk, para ulama harus mencari hukum penggunaanya melalui dalil-dalil yang ada dalam Al-Quran dan Sunnah. Nah, karena tidak adanya Nash tentang ganja, para ulama berijtihad mengerahkan seluruh kemampuan ilmiah mereka mencari hukum tentang ganja sampai mendapatkan kesimpulan hukum bahwa ganja haram berdasarkan Qiyas. Rukun Qiyas pada permasalahan ini adalah:

  1. Masalah pokok, yaitu ganja
  2. Masalah cabang, dalam hal ini adalah khamr yaitu minuman yang memabukkan yang ada nashnya
  3. ‘Illat hukum nya yaitu antara ganja dan khamr memiliki sebab hukum yang sama yaitu memabukkan atau bisa merubah fungsi akal
  4. Hukum pokoknya yaitu haram

Maka para ulama melihat hukum haramnya khamr yang ada dalilnya, kemudian melihat illat khamr sama dengan illat yang ada pada ganja yaitu merubah fungsi akal, maka para ulama memutuskan bahwa hukum ganja adalah sama dengan hukum khamr yaitu haram meskipun ganja tidak memiliki dalil nash, haram karena sama-sama memabukkan dan merubah fungsi akal.

Nah, permasalahan pokok (ashl) tidak harus dari nash, tapi bisa juga permasalahan yang ada ijma’nya, atau dua-duanya.

Baca juga:  Apakah Menghisap Ganja Membatalkan Wudhu Menurut Hukum Islam?

Qiyas Adalah Salah Satu Dalil Dalam Islam

Qiyas, menurut manyoritas para ulama adalah hujjah dalam mengambil hukum, karena nash dari wahyu (Quran dan Sunnah) terbatas sedangkan permasalahan-permasalahan baru terus muncul setiap saat tanpa henti.

Tentang hujjahnya Qiyas mereka berdalil dengan firman Allah Ta’ala:

 فَاعْتَبِرُوا يَا أُولِي الْأَبْصَارِ

“Maka ambillah (kejadian itu) untuk menjadi pelajaran, hai orang-orang yang mempunyai wawasan.” (QS. Alhasr: 2)

وَلَوْ رَدُّوهُ إِلَى الرَّسُولِ وَإِلَىٰ أُولِي الْأَمْرِ مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ الَّذِينَ يَسْتَنبِطُونَهُ مِنْهُمْ
“Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri).” (QS. Alhasr: 2)
Qiyas merupakan dalil keempat yang dipakai untuk mengambil (istinbath) suatu huum dalam Islam setelah Al-quran, As-sunnah dan Ijma’. Urutannya ialah:
  • Al-Quran
  • As-sunnah (Hadits)
  • Ijma’ (konsensus dan kesepakatan para ulama)
  • Qiyas