jual kurma curah impor dari uni emirat arab (UAE) grosir

Hukum Orang Masbuq Sholat Jum’at dan Mendapati Tasyahhud Akhir, Apakah Menyempurnakan 2 atau 4 Raka’at ?

Penjelasan Tentang Sujud Malaikat Kepada Adam

 

 

Bismillah was sholatu wassalaamu ala Rosulillah wa ala alihi wa ashabihi ajmi’n.

Mayoritas para Ulama bersepakat bahwa standar minimal seseorang di anggap mendapatkan satu rakaat bersama Imam dengan mendapatkan ruku’ (bersama Imam).

Rosulullah shollallahu alaihi wassalam bersabda dari jalan Sahabat Abu Huroiroh Rodiyallahu anhu :

من أدرك ركعة من الصلاة فقد أدرك الصلاة.رواه البخاري و مسلم

Artinya ; “Barang siapa mendapatkan satu raka’at,maka ia telah mendapatkan Sholat”. (HR.Imam Bukhori dan Imam Muslim)

Mayoritas Ulama menjelaskan maksud dari perkataan Nabi Shollallahu alihi wassallam “Barang siapa mendapati satu raka’at “dari hadis di atas yang dimaksud disini adalah ruku’ bersama Imam.

Penafsiran Jumhur(red:mayoritas )ulama ini juga di kuatkan dengan hadits yang di shohihkan oleh Syaikh Al Bani ,bahwa Nabi Shollallahu alaihi wassalam bersabda ;

إذا جئتم إلى الصلاة و نحن سجود فاسجدوا ولا تعدوها من أدرك ركعة من الصلاة فقد أدرك الصلاة . أخرجه أبو داود و الدراقطني و الحاكم و البيهقي

Artinya ; “apabila kalian mendatangi sholat dan kami dalam keadaan sujud,maka sujudlah dan jangan anggap sebagai satu raka’at, Barang siapa mendapati satu rakaat maka ia telah mendapatkan sholat(HR. Abu Daawud,Ad Daruqutni,Al Hakim,dan Al Baihaqi).

Dan dengan sanad yang shohih Sahabat Mulia Ibnu Umar Rodiyallahu anhuma pernah mengatakan ;

Baca juga:  Hukum Sholat yang Telah Lama Ditinggalkan

إذا جئت و الإمام راكع فوضعت يديك على ركبتيك قبل أن يرفع رأسه فقد أدركت. أخرجه ابن أبي شيبة و البيهقي

Artinya ; “Apabila kamu datang dan Imam dalam keadaan ruku’ kemudian kamu meletakkan kedua tangan pada lututmu(ruku’) sebelum Imam mengangkat kepalanya (dari ruku’) maka kamu telah mendaptkatkan Sholat(satu rakaat).(HR. Ibnu Abi Syaibah dan Al Baihaqi).

Dari keterangan singkat diatas ,maka makmum dalam pertanyaan di atas tidak di anggap mendapatkan satu raka’at( yang konsekwensinya tidak mendapatkan Sholat Jum’at), sehingga ia harus menyempurnakan empat raka’at sebagai sholat Dzuhur apabila ia muqim atau sholat dua raka’at apabila ia dalam keadaan musaafir.

Pembahasan ini di sarikan dari(Majmu’ Fataawa wa Rasaail lis Syaikh Al Utsaimin 16/ hal 61-62 dan 78,Fiqhul Islaami wa Adillatuhu 2/156,Shohih Fiqih Sunnah 1/557-558, Al Mausuua’h Al Fiqhiyah Al Muyassaroh Fil Kitaab Was Sunnah Al Muyassaroh 2/216)

Wallahu a’lam bisshowab

Abu Kaysaa,Lc

Tag: