Hosting Unlimited Indonesia

Boleh bermaksiat dengan 5 syarat

Imam Ibnu Qudamah menyebutkan dalam kitab At-Tawwabin halaman 285 – 286 :

Di riwayatkan bahwa seorang pemuda datang kepada Ibrahim bin Adham seraya berkata :

إني مسرف على نفسي

” Sungguh, Aku telah tenggelam dalam kemaksiatan ”

فاعرض علي ما يكون لها زاجرا و مستنقذا لقلبي

” Maka, berikanlah aku sesuatu yang dapat menyadarkan hati ini”

Ibrahim bin Adham menjawab :

إن قبلت خمس خصال و قدرت عليها لم تضرك معصية و لم توبقك لذة

” jika kamu dapat terlepas dari lima hal ini, maka tak mengapa kamu bermaksiat dan kamu takkan celaka dengan kelezataan kemaksiatan yang kamu lakukan”

Pemuda itu menjawab :

هات, يا أبا إسحاق

” sebutkan ,wahai Abu Ishak(Ibrahim bin Adham)”

Ibrahim bin Adham mengatakan :

أما الأولى، إذا أردت أن تعصي الله فلا تأكل رزقه

” yang pertama, jika kamu ingin bermaksiat kepada Allah, maka janganlah sekali-kali kamu makan dari rizki-Nya”

Pemuda itupun menjawab :

فمن أين آكل و كل ما في الأرض من رزقه

” Dari mana aku makan, sedangkan semua yang ada di muka bumi ini adalah rizki-Nya”

Lantas Ibrahim bin Adham mengatakan :

يا هذا، أفيحسن أن تأكل رزقه و تعصيه ؟!

” wahai pemuda, Apakah pantas kamu makan dari rizki-Nya kemudian kamu memaksiati-Nya ?!”

Pemuda itupun menjawab :

” Tidak, berikan perkara yang kedua”

Ibrahim bin Adaham melanjutkan :

و إذا أردت أن تعصيه، فلا تسكن شئيا من بلاده

” yang kedua, jika kamu ingin bermaksiat kepada-Nya, maka janganlah sekali-kali kamu tingal di bumi-Nya”

Pemuda itu menjawab :

هذه أعظم من الأولى,

” ini lebih berat dari yang pertama ”

يا هذا إذا كان المشرق و المغرب و ما بينهما له فأين أسكن ؟!

” Wahai syaikh, Semua timur dan barat serta apa yang di antara keduanya adalah milik-Nya, Di mana Aku akan tinggal ?! ”

Ibrahim bin Adham pun berkata :

يا هذا، أفيحسن أن تأكل رزقه و تسكن بلاده و تعصيه ؟!

” wahai pemuda, Apakah pantas kamu makan dari rizki-Nya dan kamu pun tinggal di bumiNya lantas kamu memaksiati-Nya?! ”

pemuda itu pun menjawab :

” Tentu tidak, berikan perkara yang ketiga ”

Ibrahim bin Adham melanjutkan :

إذا أردت أن تعصيه و أنت تحت رزقه و في بلاده، فانظر موضعا لا يراك فيه مبارزا له فاعصه فيه

” jika kamu ingin memaksiati-Nya, padahal kamu makan dari rizki-Nya dan tingal di bumi-Nya,maka coba carilah, suatu tempat yang di mana kamu tidak dapat di lihat oleh-Nya, kemudian berbuatlah kemaksiatan pada tempat tersebut sepuasmu”

Pemuda itupun menjawab :

يا إبراهيم، كيف هذا و هو مطلع في السرائر

” wahai Ibarahim, bagaimana mungkin aku mendapatkan tempat tersebut, sedangkan Allah mengatahui segala sesuatu”

Ibrahim bin Adham lantas mengatakan :

يا هذا، أفيحسن أن تأكل رزقه و تسكن بلاده و تعصيه و هو يراك و يرى ما تجاهر به ؟!

” wahai pemuda, Apakah pantas kamu makan dari rizki-Nya, kamu tingal di bumi-Nya dan kamu memaksiatinya sedangkan Ia melihatmu ?! ”

pemuda itupun menjawab :

” tidak, berikan yang ke empat ”

Ibrahim bin Adham pun melanjutkan :

إذا جاءك ملك الموت ليقبض روحك فقل له : أخرني حتى أتوب توبة نصوحا و أعمل لله عملا صالحا

” Apabila nanti malaikat maut datang mencabut ruhmu, katakan padanya : berikanlah Aku kesempatan agar dapat bertaubat dan berbuat amalan sholeh ”

Pemuda tersebut menjawab :

لا يقبل مني

” Dia tak mungkin menerima permintaanku”

Lantas, Ibrahim bin Adham mengatakan :

يا هذا، فأنت إذا لم تقدر إن تدفع عن الموت لتتوب و تعلم أنه إذا جاء لم يكن له تأخير فكيف ترجو الخلاص ؟!

” wahai pemuda, jika kamu dapat menolak kematian agar kembali bertaubat,
Dan kamu tahu jika kematian tidak dapat di akhirkan, bagaimana kamu bisa selamat ?! ”

Pemuda itupun menjawab :

” berikan yang kelima”

Ibrahin bin Adham melanjutkan :

إذا جائتك الزبانية يوم القيامة ليأخذوك إلى النار فلا تذهب معهم

” tolaklah, jika malaikat zabaniyah akan membawamu ke neraka”

Pemuda itupun menjawab :

لا يدعونني ولا يقيل مني

” mereka tidak mungkin membiarkan aku, dan tak kan menerima permintaanku”

Ibrahim bin Adham pun mengatakan :

فكيف ترجو النجاة،إذن،

” Lantas,bagaimana kamu bisa selamat”

pemuda itupun menjawab :

يا إبراهيم، حسبي، حسبي أستغفر الله و أتوب إليه

” wahai Ibrahim, cukup…cukup…

Astagfirullah wa atubuu ilaih..

Setelah dialog tersebut,sang pemuda kembali ke jalan ketaatan dan memperbaiki ibadahnya hingga ajal datang menjemputnya.

Di antara pelajaran yang dapat kita petik dari kisah di atas adalah :

1) setiap manusia pasti pernah terjatuh dalam perbuatan dosa,dan sebaik-baik pendosa adalah yang menyadari kemudian yang bertobat

2) Hati yang hanif(lurus) adalah hati yang ketika di ingatkan iapun tersadarkan dan kembali ke jalan ketaatan

3) Hendaknya seorang muslim memilih teman yang dapat mengigatkan kepada kebaikan dan menasehati dari keburukan

4) Di antara metode dakwah adalah dengan berdialog dan memberikan pendekatan makna yang mudah di pahami oleh yang di dakwahi

5) Seburuk apapun seseorang di masa lalunya, jika Ia bersunguh -sungguh kembali ke jalan Allah, maka ia pasti akan mendapatkan kebahagiaan

📚 Abu kaysaa,Lc