Hosting Unlimited Indonesia

Bolehkah Memberi Zakat Kepada Penuntut Ilmu Agama dan Santri?

  • admin 
Bolehkah Memberi Zakat Kepada Penuntut Ilmu Agama, Santri, Dsb.

Boleh memberi zakat kepada penuntut ilmu syar’i (ilmu agama Islam) seperti santri yang sedang belajar di pesantren, mahasiswa jurusan agama, dan semisalnya, karena mereka termasuk kedalam golongan fisabilillah (orang yang berjuang di jalan Allah). Seperti diketahui bawha ada 8 kelompok yang berhak menerima zakat yang disebutkan oleh Allah dalam firman Nya:

إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ ۖ فَرِيضَةً مِّنَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

“Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. At-taubah: 60)

Maksud dari “untuk jalan Allah” pada ayat diatas adalah jihad berperang membela, menegakkan dan meninggikan agama Allah. Maka seorang mujahid berhak mendapatkan harta dari zakat untuk membeli senjata dan bekalnya dalam berjihad.

Para ulama berkata: “Termasuk di jalan Allah ialah seseorang yang memberikan seluruh waktunya untuk mencari ilmu syar’i, maka ia boleh diberi zakat untuk nafkah, pakaian, makan, minum, tempat tinggal, buku-buku yang ia butuhkan. Karena menuntut ilmu termasuk kategori jihad fisabilillah. Bahkan Imam Ahmad rahimahullah berkata, “tidak ada yang menandingi pencari ilmu yang niatnya benar (ikhlas)”.

Ilmu adalah pokok seluruh syari’at agama, tidak ada syari’at tanpa ilmu. Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan kitab Nya agar manusia menegakkan keadilan, mempelajari hukum-hukum syari’at Nya dan mempelajari apa-apa yang diwajibkan atas mereka, baik berupa akidah (iman dan keyakinan), ucapan, maupun amal perbuatan.

Baca juga:  5 Rukun Islam dan Dalilnya yang Wajib Diketahui

Adapun jihad fi sabilillah dalam arti perang, maka ia adalah sebaik-baik amalan, bahkan ia adalah puncak amal kebaikan dalam Islam, tidak ada keraguan dalam kelebihan dan keunggulan jihad. Tapi, ilmu juga sangat besar perannya di dalam islam, maka ia juga termasuk kedalam kategori berjuang fisabilillah, ini sangat jelas tanpa diragukan lagi. (Majmu’ Fatawa Ibnu ‘Utsaimin: 337/338)

Didalam kitab ensiklopedia fikih (Al Mausu’ah Al fiqhiyah) dijelaskan:

“Para fuqaha (ahli fiqih) telah sepakat mengenai kebolehan memberi zakat kepada penuntut ilmu. Hal ini telah ditegaskan oleh ulama-ulama dari kalangan madzhab Hanafi, Syafi’i dan Hambali, demikian juga apa yang dipahami dari pendapat kalangan Malikiyah… Sebagian ulama Hanafiyah bahkan membolehkan seorang penuntut ilmu menerima zakat, sekalipun ia orang yang berkecukupan (kaya), apabila ia menghabiskan seluruh waktunya untuk mencari dan mengajarkan ilmu, karena ia tidak memiliki waktu untuk bekerja.

Imam Nawawi rahimahullah berkata:

“Seandainya seorang penuntut ilmu mampu untuk bekerja yang layak, namun ia lebih memilih untuk menggunakan seluruh waktunya untuk mencari ilmu syar’i, dimana jika ia gunakan waktunya untuk bekerja, maka ia tidak ada sisa waktunya untuk mencari ilmu, maka halal baginya zakat, karena mencari ilmu syar’i hukumnya fardhu kifayah…”

Ibnu Taimiyah rahimahullah pernah ditanya tentang seorang penuntut ilmu yang tidak memiliki uang untuk membeli buku pelajarannya. Beliau menjawab, bahwa ia boleh diberikan uang dari zakat sebesar kebutuhan bukunya…

Baca juga:  Penjelasan Lengkap Zakat Fitrah, Hukum, Ketentuan dan Dalilnya

Bahkan sebagian ulama hanafiah membolehkan zakat pada suatu daerah diberikan kepada penuntut ilmu yang ada di daerah lainnya.  (Al Mausu’ah Al fiqhiyah 28/337)

Perlu digaris bawahi bahwa penuntut ilmu yang boleh diberi zakat hanyalah penuntut ilmu syar’i, bukan penuntut ilmu umum. Karena penuntut ilmu syar’i lah yang berperan memperbaiki agama dan akhlak masyarakat dan membimbing mereka ke jalan Allah.

 

Referensi:

https://islamqa.info/ar/categories/very-important/25/answers/34631/%D8%A7%D8%B9%D8%B7%D8%A7%D8%A1-%D8%A7%D9%84%D8%B2%D9%83%D8%A7%D8%A9-%D9%84%D8%B7%D8%A7%D9%84%D8%A8-%D8%A7%D9%84%D8%B9%D9%84%D9%85