Hosting Unlimited Indonesia

Bolehkah mendoakan sang mantan?

Hukum Melamar dan Mendoakan Mantan Kekasih

Syaikh Masyhur bin Hasan Alu Salman (murid senior Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani) -hafizhohullahu ta’ala- ditanya:

شيخنا الفاضل كنت قد ارتبطت بفتاة بعلاقة محرمة وقد انتهت هذه العلاقة من جانبي وجانبها خوفا من الله عز وجل والله على ما أقول شهيد هل أدعو أن تكون لي ،وأن أدعو لها بالصلاح؟

Wahai syaikh kami yang mulia, aku pernah terikat hubungan yang diharamkan dengan seorang wanita. Dan hubungan ini telah putus dari pihakku dan pihaknya karena takut kepada Allah ‘azza wa jalla. Dan Allah sebagai saksi atas apa yang aku katakan. Apakah boleh aku berdoa agar dia menjadi milikku, dan mendoakan kebaikan untuknya?

الجواب: أدعو الله أن تكون لي ماذا يعني ؟ أن تكون زوجة ،لا حرج ،إذا عرفت باستقامتها وشُهرت عنها توبتها فنعم ،أما امرأة تقبل الرجال وتعاشرهم فيحرم عليك شرعا أن تتزوج امرأة يعنى لا تحفظ نفسها ،أما إن علمت صدقها وتوبتها فلك أن تتقدم لها إن علمتها والله تعالى أعلم.

Jawaban: Aku berdoa agar dia menjadi milikku, apa yang dimaksud? Agar dia menjadi istrimu? Maka hal ini tidak mengapa.

Apabila engkau mengetahui keistiqomahannya dan sudah diketahui taubatnya, maka tidak mengapa.

Adapun seorang wanita yang suka merespon para lelaki dan bergaul bersama mereka, maka haram bagimu secara syariat untuk menikah dengan wanita yang tidak menjaga dirinya.

Adapun jika engkau mengetahui kejujurannya dan taubatnya, maka boleh bagimu untuk maju mengkhitbahnya jika engkau telah mengetahuinya. Wallahu ta’ala ‘alam.

Sumber fatwa: http://meshhoor.com/fatawa/900/

Alih bahasa: Achmadi ZM