Hosting Unlimited Indonesia

Hukum Menikah di Bulan Ramadhan, Bolehkah?

  • admin 
Menikah di Bulan Ramadhan, Bolehkah

Sebenarnya, tidak ada larangan dalam Syari’at Islam untuk menikah dan melangsungkan akad nikah di bulan Ramadhan, demikian pula tida ada larangan menikah di bulan-bulan lainnya. Bahkan boleh hukumnya menikah pada hari apa saja sepanjang tahun.

Akan tetapi, seseorang yang berpuasa dilarang makan, minum dan juga jima’ (behubungan badan) semenjak terbit fajr sampai terbenam matahari karena hal-hal tersebut merupakan tindakan yang membuat puasa batal. Jika seseorang merasa mampu untuk mengendalikan dirinya untuk tidak melakukan hal-hal yang merusak puasanya, maka tidak mengapa baginya untuk melangsungkan akad nikah di bulan Ramadhan.

Tapi, pada umumnya orang yang ingin membina rumah tangga di bulan Ramadhan, tidak sanggup bersabar dengan istri barunya sepanjang hari, dikhawatirkan ia terjerumus kepada hal yang haram dan melanggar kehormatan bulan yang agung ini sehingga ia terjatuh kedalam dosa besar.

Ketahuilah bahwa orang yang berjima’ di siang hari bulan Ramadhan, ia diwajibkan mengganti (qadha) puasanya disertai dengan kaffarah yang berat (mughallazhah) yaitu; memerdekakan budak, jika tidak ada, ia wajib berpuasa selama dua bulan berturut turut, dan jika tidak mampu, ia harus memberi makan 60 orang miskin. Demikian itu untuk setiap hari ia melakukan jima’, jika ia mengulangi perbuatannya, maka berlaku kelipatan sesuai jumlah hari yang ia langgar.

Baca juga:  Arti Kata Takjil Secara Bahasa dan Istilah

Maka disarankan bagi orang yang ingin menikah yang merasa tidak mampu menahan diri, agar menunda pernikahannya setelah bulan Ramadhan berlalu dan memanfaatkan momen bulan Ramadhan untuk meningkatkan iman dan taqwanya dengan memperbanyak ibadah dan amal sholeh, dengan memperbanyak sholat-sholat sunnah, membaca Quran, menuntut ilmu, bersedekah dan ibadah-ibadah lainnya.

Wallahu ‘Alam.

Referensi: https://islamqa.info