Hosting Unlimited Indonesia

Hukum Sholat Pakai Sarung tanpa Celana Dalam

  • admin 
Apa hukum sholat pakai sarung tanpa celana dalam_

Seperti yang sudah dimaklumi bahwa menutup aurat merupakan salah satu syarat sahnya sholat. Aurat paling minimal yang wajib ditutup bagi laki-laki adalah antara pusat dan lutut. Sedangkan aurat wanita adalah seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan.

Nah, bagaimana dengan orang yang sholat dengan hanya memakai kain sarung tanpa celana dalam? Bukankah dengan tanpa celana dalam, auratnya bisa kelihatan dari bawah?

Jawaban:

Apabila seseorang telah menutup auratnya dengan baik, dimana aurat tidak tampak dari berbagai sisi, kecuali jika dilihat dari bawah, maka hal itu sudah memadai. Sama halnya ketika memakai kain ihram ketika haji atau umroh. Seseorang yang hendak  berihram melaksanakan haji dan umroh hanya diperkenankan memakai sehelai kain yang dililitkan pada pinggang, seperti sarung, dan sehelai kain lainnya sebagai ridaa’ (selendang) untuk menutupi bahu. Selain kedua kain tersebut tidak diperkenankan memakai pakaian dalam, termasuk celana dalam.

Imam Nawawi rahimahullah berkata: “Dan wajib menutup (aurat) pada bagian atasnya, sisi-sisnya, dan tidak (wajib) menutup bagian bawahnya.” (Al Minhaaj)

Al Khathib Asy-syarbini berkata: “Seandainya engkau melihat auratnya dari ujung (bawah) kainnya, seperti apabila ia ada diatas (bukit, gedung, dsb) dan orang yang melihat aurat ada di bawah, maka hal itu bukan masalah.”

Dari penjelasan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa memakai sarung tanpa celana dalam hukumnya boleh dan sholatnya sah. Dan tidak masalah jika ada orang melihat aurat seseorang dari bawah sarungnya. Karena hal itu termasuk kondisi yang jarang terjadi.

Baca juga:  14 Rukun Sholat yang Wajib Dipenuhi dan Dalilnya

Referensi:

https://www.islamweb.net/ar/fatwa/245809/