Hosting Unlimited Indonesia

Kisah Masuk Islamnya Pemuka Yahudi, Abdullah bin Salam

  • admin 
Kisah Masuk Islamnya Pemuka Yahudi, Abdullah bin Salam

Pada masa Nabi shallallau’alaihi wa sallam Hijrah ke Yatsrib (nama Madinah waktu itu), penduduknya terdiri dari suku Arab dan Yahudi. Orang Arab terdiri dari suku Aus dan Khazraj, sedangkan Yahudi terdiri dari Bani An-Nadhir, Bani Quraizhah dan Bani Qainuqa’.

Salah satu tokoh yahudi di Madinah bernama ‘Abdullah bin Salam yang berasal dari bani Qainuqa’. Berikut ini adalah kisahnya ketika masuk Islam.

Dari Abdullah bin Salam, ia berkata: “Ketika Nabi shallallau’alaihi wa sallam tiba ke Madinah, orang-orang datang untuk menyambutnya, dan aku termasuk yang datang melihat. Saat aku melihatnya, aku langsung mengetahui bahwa wajahnya bukanlah wajah seorang pendusta. Saat itu, hal pertama yang aku dengar dari ucapannya ialah, “wahai manusia, tebarlah salam, berilah makan, sambunglah silaturrahmi dan sholatlah di malam hari saat manusia tidur, niscaya kalian masuk surga dengan penuh kedamaian.” (HR. Ahmad, dishahihkan oleh Al Hakim)

Sesampainya Nabi shallallahu’alaihi wa sallam ke Madinah, Abdullah bin Salam mendatangi beliau dan berkata: “Sungguh aku bertanya kepadamu tentang 3 hal yang tidak diketahui kecuali oleh seorang Nabi. Apa tanda pertama datangnya hari kiamat? dan apa yang paling pertama dimakan oleh penduduk surga? dan dari mana seorang anak menyerupai bapak dan ibunya?”.

Kemudian Beliau bersabda, “Jibril baru saja memberitahu ku tentang hal-hal tersebut”.  Ia (Abdullah bin Salam) menjawab, “itu (Jibril) adalah musuh orang Yahudi dari kalangan Malaikat.”

Beliau bersabda: “Adapun tanda kiamat yang pertama adalah api yang muncul dari timur yang menggiring manusia ke arah barat. Adapun yang pertama dimakan oleh penduduk surga adalah potongan dari hati ikan paus. Dan adapun kemiripan (anak), apabila air (mani) laki-laki mendahului maka anak mirip ayah dan apabila air perempuan mendahului maka anak lebih mirip ibu.”

Ia (Abdullah bin Salam) berkata: “Aku bersaksi bahwa engkau utusan Allah”, lalu ia berkata, “wahai Rasulullah, sesungguhnya Yahudi itu kaum yang suka mendustakan, dan sungguh jika mereka mengetahui keislamanku, mereka akan mendustakan ku, undanglah mereka dan tanyalah mereka tentangku.”

Maka beliaupun mengundang mereka, lalu beliau bertanya, “Siapakah Ibnu Salam bagi kalian?” Mereka menjawab, “Ia adalah pemuka kami dan anak dari pemuka kami, ia adalah ulama kami dan anak dari ulama kami.”

Beliau kembali bertanya, “Apa pendapat kalian jika ia masuk islam, apakah kalian mengikutinya?”

Mereka menjawab, “Semoga Allah melindunginya dari hal itu.”

Lalu Abdullah (bin Salam) keluar dan berkata: “Aku bersaksi bahwa tiada tuhan (yang berhak disembah) kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.”

Mereka kemudian berkata: “Ia adalah orang paling buruk diantara kami dan anak orang paling buruk diantara kami, ia adalah orang paling bodoh diantara kami dan anak orang paling bodoh diantara kami.”

Maka (Abdullah bin Salam) berkata: “Wahai Rasulullah, bukankah telah aku katakan padamu bahwa mereka adalah kaum yang suka mendustakan?” (HR. Bukhari 6/261)

Baca juga:  Apakah Non Muslim Termasuk Ummat Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa Sallam?

Demikianlah kisah singkan masuk islamnya seorang pemuka Yahudi Abdullah bin Salam radhiyallahu’anhu. Semoga kisah ini bermanfaat dan memberikan pelajaran bagi kita. Amin.