jual kurma curah impor dari uni emirat arab (UAE) grosir

Lupa Tasyahud Awal, Haruskah Sujud Sahwi?

  • admin 

Hukum duduk dan bacaan tasyahud awal dalam sholat adalah wajib (bukan rukun sholat), oleh karena itu jika seseorang lupa mengerjakannya maka ia harus melakukan sujud sahwi sebelum salam di akhir sholatnya.

Dalilnya adalah hadits:

روى البخاري (829) – واللفظ له – ومسلم (570) عن عبد الله بن بُحينه رضي الله عنه : ” أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم صَلَّى بِهِمُ الظُّهْرَ فَقَامَ فِي الرَّكْعَتَيْنِ الأُولَيَيْنِ لَمْ يَجْلِسْ ، فَقَامَ النَّاسُ مَعَهُ ، حَتَّى إِذَا قَضَى الصَّلاَةَ وَانْتَظَرَ النَّاسُ تَسْلِيمَهُ كَبَّرَ وَهْوَ جَالِسٌ ، فَسَجَدَ سَجْدَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ يُسَلِّمَ ، ثُمَّ سَلَّمَ

Dari ‘Abdullah bin Buhainah –radhiyallahu’anhu- ia berkata:

“Bahawasanya Nabi -shallallahu’alaihi wa sallam- sholat zhuhur bersama mereka, lalu beliau langsung berdiri pada raka’at kedua, tidak duduk (tasyahud/tahiyyat) dan orang-orang pun berdiri bersama beliau. Sampai ketika sholat hampir selesai dan orang-orang menunggu untuk salam, seketika beliau bertakbir dalam keadaan duduk, lalu sujud dua kali sebelum salam, kemudian beliau salam. (HR. Bukhari  no. 829 dan Muslim no. 570)

Ibnu Qudamah Al-Maqdisi -rahimahullah- berkata:

“Jika ia meninggalkannya (tasyahhud) karena lupa, maka ia harus sujud sahwi sebelum salam, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Malik bin Buhainah (lalu ia menyebutkan hadits diatas). Maka masalah ini telah tetap berdasarkan khabar (hadits), dan kita qiyaskan hal itu kepada seluruh (amalan-amalan wajib) pada sholat.” (Al-Kafi 1/273)

(sumber)

Lupa Tasyahud Awal, Haruskah Sujud Sahwi?

Maka berdasarkan hadits diatas, maka jelas bahwa jika seseorang lupa mengerjakan tasyahud/tahiyat awal maka ia dintut untuk melakukan sujud sahwi di akhir sholat. Dalam kasus ini, sujud sahwinya dilakukan sebelum salam.

Sujud Sahwi

Sujud sahwi (sujud karena lupa) adalah sujud dua kali yang dilakukan di akhir sholat. Tujuannya adalah untuk menambal (menggenapi) kekurangan yang terjadi di dalam sholat karena lupa. Dalam sebuah hadits disebutkan,

عن أبي سعيد عن النبي صلى الله عليه وسلم قال إذا شك أحدكم في صلاته فليلغ الشك وليبن على اليقين فإذا استيقن بالتمام فليسجد سجدتين وهو قاعد فإن كان صلى خمسا شفعتا له صلاته وإن صلى أربعا كانتا ترغيما للشيطان

Baca juga:  Sholat Witir Wajib atau Sunnah?

Dari Abu Sa’id, dari Nabi -shallallahu’alaihi wa sallam- bersabda.

“Jika salah seorang dari kamu ragu-ragu dalam sholatnya, maka hendaklah ia mengabaikan keraguan tersebut dan mengambil yang lebih meyakinkan (yaitu mengambil bilangan yang lebih kecil/sedikit pent.). Kemudian ketika ia telah yakin menyempurnakan semuanya, hendaklah ia sujud dua kali dalam keadaan masih duduk (tasyahud akhir sebelum salam). Jika ternyata ia telah sholat lima raka’at (karena lupa) maka dua sujud (sahwi) tersebut menjadi pelengkap bagi sholatnya, dan jika ternyata ia benar melakukan empat raka’at (tapi ragu) maka kedua sujud (sahwi) tersebut menjadi sebagai penghinaan untuk syaithan.” (HR. An-Nasa’i)

Sebab yang Mengharuskan Sujud Sahwi

Sebab sujud sahwi adalah karena lupa yang mencakup:

Kelebihan Rukun atau Kewajiban dalam Sholat:

Contoh kelebihan suatu rukun/kewajiban dalam sholat seperti menambah ruku’ dan/atau sujud karena lupa maka ditutupi dengan sujud sahwi.

Perlu digaris bawahi bahwa penambahan tersebut dilakukan karena lupa, bukan disengaja, karena jika disengaja maka sholatnya batal.

Kurang Rukun atau Kewajiban dalam Sholat:

Jika lupa mengerjakan salah satu rukun sholat, maka ada dua skenario:

  1. Lupa mengerjakan rukun dan baru ingat sebelum seseorang sampai pada rukun yang sama pada raka’at berikutnya, maka ia harus kembali mengerjakan rukun yang tertinggal karena lupa tersebut, lalu menyempurnakan amalan sholat secara tertib (urut) dihitung mulai dari rukun yang ia lupakan tersebut. Misalnya seseorang lupa melakukan ruku’, kemudian ia ingat sebelum ia sampai pada ruku’ berikutnya, maka seketika itu ia harus kembali mengerjakan ruku’ yang terlupa tersebut, kemudian ‘itidal, sujud dst.
  2. Lupa mengerjakan rukun dan baru ingat setelah ia sampai pada rukun yang sama pada raka’at berikutnya, maka raka’at kedua tersebut menjadi pengganti untuk raka’at sebelumnya yang rukunnya kurang, dan raka’at sebelumnya tidak dihitung. Misalnya seseorang lupa mengerjakan ruku’ pada raka’at pertama dan baru ingat ketika ia sedang atau telah mengerjakan ruku’ pada raka’at kedua, maka raka’at pertama tidak dihitung karena rukunnya kurang, dan raka’at kedua dihitung sebagai raka’at pertama.
Baca juga:  Hukum Sholat Dua Rakaat Ringan Sebelum Sholat Tarawih

Adapun jika lupa mengerjakan salah satu/beberapa kewajiban sholat, maka tidak ada keharusan baginyanya untuk mengulangi kewajiban tersebut, melainkan ia hanya dituntut untuk melakukan sujud sahwi.

Ragu-ragu tentang Rukun atau Kewajiban dalam Sholat:

Yaitu ragu-ragu tentang apakah ia kelebihan atau kekurangan raka’at atau rukun sholat, maka:

  1. Jika ia ragu antara kelebihan atau kekurangan rukun/raka’at, tapi ia lebih cenderung yakin kepada salah satu dari keduanya, maka ia harus memilih kecenderungannya tersebut. Kemudian ia melakukan sujud sahwi setelah salam. Misalnya seseorang ragu apakah ia berada pada raka’at ketiga atau keempat pada sholat zhuhur. Tapi ia lebih cenderung yakin raka’at ketiga, maka ia harus memilih rak’at ketiga yang lebih ia cenderungi. Kemudian diakhir sholat ia sujud sahwi.
  2. Adapun jika ia ragu dan tidak cenderung kepada salah satu keduanya (keraguannya fifty-fity), maka ia harus memilih yang lebih meyakinkan, yaitu bilangan yang lebih sedikit, kemudian ia sujud sahwi sebelum salam. Misalnya seseorang ragu apakah ia berada pada raka’at ketiga atau keempat pada sholat zhuhur, dan ia tidak lebih cenderung kepada keduanya, maka ia harus memilih angka yang paling sedikit karena itu lebih meyakinkan, kemudian ia menyempurnakan sholatnya dan sujud sahwi di akhir.

Sujud Sahwi Sebelum Salam atau Setelahnya?

Mengenai sujud sahwi apakah dilakukan setelah salam atau sebelumnya, dalam masalah ini ada perbedaan (khilaf) diantara para ulama. Namun, pendapat yang lebih kuat adalah bahwa:

  1. Jika lupa berupa penambahan dalam sholat, maka sujud sahwi dilakukan setelah salam.
  2. Jika lupa berupa kekurangan, maka sujud sahwi dilakukan sebelum salam.
  3. Adapun dalam keadaan ragu, jika ia lebih cenderung meyakini salah satunya, maka ia sujud sahwi setelah salam, dan jika tidak cenderung kepada salah satu dari keduanya, maka sujud sahwi sebelum salam.
  4. Adapun jika berkumpul dua sebab, yang satunya mengharuskan sujud sahwi sebelum salam, seperti lupa tasyahud awal, dan yang lain mengharuskan sujud sahwi setelah salam, seperti menambah sujud atau ruku’ karena lupa, maka ia cukup melakukan sujud sahwi satu kali (2 kali sujud). Pendapat yang lebih kuat bahwa sujud sahwi dilakukan sebelum salam, terutama jika bagi seorang imam. Hal ini untuk memudahkan bagi para ma’mum, dan menghindari potensi keraguan yang mungkin terjadi pada orang yang masbuq.

Apa Bacaan Ketika Sujud Sahwi dan Ketika Duduk Diantara Keduanya?

Sepengetahuan kami, tidak terdapat dalil tentang dzikir khusus didalam sujud sahwi. Oleh karena itu, hukumnya seperti hukum sujud sholat pada umumnya, dan bacaan pada keduanya seperti bacaan sujud pada sholat, misalnya membaca “subhaana rabbiyal ‘alaa”  dan boleh juga ditambahkan dengan do’a, sebagaimana sabda Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- :

“Sedekat-dekat seorang hamba dengan Tuhannya ialah ketika ia dalam keadaan sujud, maka perbanyaklah berdo’a (pada waktu sujud).” (HR. Muslim no. 482)

Baca juga:  Hukum Orang Masbuq Sholat Jum'at dan Mendapati Tasyahhud Akhir, Apakah Menyempurnakan 2 atau 4 Raka'at ?

Demikian juga bacaan ketika duduk diantara dua sujud sahwi, sama dengan bacaan diantara dua sujud pada umumnya.

Imam Nawawi -rahimahullah- berkata:

“Sujud sahwi adalah dua sujud yang diantara keduanya ada duduk (diantara dua sujud), pada duduk tersebut disunnahkan untuk duduk iftirasy, dan duduk tawarruk setelah dua sujud sampai ia salam. Dan tatacara dua sujud sahwi, baik bentuk dan bacaannya adalah sama seperti umumnya tatacara sujud pada sholat. ” (Al-Majmu’ 4/72)

duduk iftirasy dan tawarruk

Disunnahkan duduk iftirasy ketika duduk diantara dua sujud sahwi, dan duduk tawarruk setelah bangkit dari sujud terakhir kemudian salam.

Bagaimana jika Kelupaan Sujud Sahwi?

Sujud sahwi disyari’atkan untuk menambal kelupaan yang terjadi di dalam sholat. Namun bagaimana jika seseorang sampai lupa sujud sahwi?

Menurut pendapat yang lebih kuat, apabila seseorang lupa untuk sujud sahwi, maka ia tidak perlu mengqadha (mengganti) sujud tersebut, ini jika ia lupa dan baru ingan setelah berselang jeda waktu yang lama, dan shalatnya dianggap sah. Tapi apabila ia lupa kemudian ingat seketika, baik sebelum salam maupun setelah salam, maka ia wajib untuk sujud sahwi.

Lamanya waktu jeda ditentukan oleh ‘uruf (kebiasaan) setempat.

Demikian pembahasan mengenai apa yang harus dilakukan ketika lupa dalam tasyahud awal, dan tatacara sujud sahwi. Semoga bermanfaat.

 


(Referensi artikel ini diambil dari beberapa artikel di situs https://islamqa.info)