Hosting Unlimited Indonesia

Miqat Umrah dan Haji: Pengertian, Tempat dan Dalilnya

  • admin 

Miqat Umrah dan Haji: Pengertian, Tempat dan Dalilnya- Dalam istilah haji dan umrah ada namanya miqat. Miqat terbagi menjadi dua, yaitu miqat makani dan miqat zamani. 

Apa pengertian miqat zamani dan makani dan apa perbedaan keduanya? Simak penjelasan berikut.

Miqat Umrah dan Haji: Pengertian, Tempat dan Dalilnya

Pada artikel ini, kami akan membahas mengenai pengertian miqat umrah dan haji menurut bahasa dan istilah, pembagian miqat zamani dan makani serta pengertian keduanya. Dan tempat-tempat miqat zamani dan dalilnya.

Pengertian Miqat Haji dan Miqat Umrah

Miqat (الميقات) secara bahasa berarti batas antara dua hal. Adapun secara istilah syar’i, miqat haji dan miqat umrah adalah batasan dan waktu yang telah ditentukan dalam syari’at, baik itu batasan waktu (miqat zamani) maupun batasan tempat (miqat zamani).

Pembagian Miqat Haji dan Miqat Umrah

Miqat pada haji dan umrah dibagi menjadi dua yaitu:

Miqat Zamani

Miqat zamani adalah batasan waktu yang telah ditetapkan Allah dan Rasulnya shallallahu’alaihiwasallam untuk pelaksanaan ibadah haji dan umrah.

Miqat zamani untuk ibadah haji adalah pada bulan-bulan haji, yaitu:

  • Bulan Syawwal
  • Bulan Dzul qa’dah
  • 10 hari awal bulan Dzul hijjah

Maka tidak boleh dan tidak sah melakukan ihram (berniat) untuk haji pada selain bulan-bulan diatas. Hal ini berdasarkan dalil firman Allah ‘azza wa jalla,

الْحَجُّ أَشْهُرٌ مَّعْلُومَاتٌ ۚ فَمَن فَرَضَ فِيهِنَّ الْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوقَ وَلَا جِدَالَ فِي الْحَجِّ ۗ وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ يَعْلَمْهُ اللَّهُ ۗ وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ ۚ وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ

(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal. (QS. Al-Baqarah : 197)

Baca juga:  14 Hukum, Syarat dan Ketentuan Haji Badal yang Wajib Diketahui

Adapun miqat zamani untuk umrah adalah sepanjang tahun, tanpa batasan waktu tertentu.

Miqat Makani

miqat haji dan miqat umrah 02

Peta miqat haji dan miqat umrah

Miqat makani adalah tempat-tempat yang telah ditentukan oleh syari’at untuk memulai ihram (niat haji dan umrah) darinya. Tidak ada perbedaan miqat makani untuk haji dan umrah.

Ada lima miqat makani yang ditentutkan oleh syari’at. Bagi orang Orang yang ingin melaksanakan haji maupun umrah yang ketika menuju Makkah melewati salah satu dari miqat tersebut maka ia harus ihram darinya.

Kelima miqat makani ini tidak berlaku bagi penduduk Makkah atau orang yang sedang berada di Makkah, maupun penduduk yang berada diantara miqat dan Makkah, karena mereka punya tempat berihram tersendiri yang akan kami bahas nanti.

Lima miqat makani diperuntukkan bagi setiap wilayah dan mereka yang lewat dari arahnya. Adapun kelima miqat tersebut adalah:

1. Dzul Dulaifah

Dzul hulaifah adalah miqatnya penduduk Madinah dan mereka yang datang dari arahnya. Dzul hulaifah juga dikenal dengan nama Bir Ali (abyar ‘Ali), terletak di bagian selatan kota Madinah dan jaraknya ke Makkah sekitar 420 KM.

Penduduk Madinah atau mereka yang datang dari arahnya, jika hendak pergi haji maupun umrah harus berihram darinya.

2. Juhfah

Juhfah merupakan miqat haji dan miqat umrahnya penduduk Syam (saat ini wilayah yang mencakup  Syiria, Palestina, Jordan).Juhafah terletak di dekat kota Rabigh dan berjarak sekitar 186 KM dari Makkah.

3. Yalamlam

Yalamlam adalah Miqat umrah dan hajinya penduduk Yaman dan mereka yang datang dari arah tersebut. Yalamlam adalah sebuah lembah besar yang terletak pada jalan menuju Makkah dari Yaman. Yalamlam saat ini juga dikenal dengan nama As-sa’diyah jaraknya dari Makkah sekitar 120 KM.

4. Qarnul Manazil

Qarnul Manazil adalah miqat umrah dan hajinya penduduk Najd (saat ini daerah sekitar Riyadh) dan Thaif, letaknya dari Makkah sejauh 75 KM.

Dibagian atas Qarnul Manazil pada jalur Thaif dan dari arah Al-Hada ada satu tempat bernama Wadi Muharam, ini juga merupakan miqatnya penduduk Najd dan mereka yang datang dari arah Thaif.

5. Dzatu ‘Irqin

Dzatu ‘irqin atau dzatu ‘irq adalah miqat haji dan miqat umrah bagi penduduk yang berada di timur seperti Iraq, Iran (Khurasan) dan lainnya. Dzatu ‘irqin berada sekitar 100 KM dari Makkah, dan sekarang dikenal dengan nama Adh-Dhuraibah atau Al-Khuraibat. Saat ini tempat tersebut sudah terbengkalai.

Baca juga:  Umrah di Bulan Ramadhan seperti Haji? ini Faktanya

Miqat Penduduk Makkah dan Mereka yang Tinggal di dalam Area Miqat yang Telah Ditentukan

Adapun bagi penduduk Makkah yang ingin berhaji maka ia berihram dari tempatnya, tidak perlu keluar Makkah. Demikian juga mereka yang tinggal di luar Makkah di area sebelum miqat yang lima, mereka berihram untuk haji dan umrah dari tempat masing-masing.

Khusus umrah bagi penduduk Makkah, mereka harus berihram dari area di luar tanah haram terdekat, sepeti di Tan’im dan Ji’ranah.

Dalil Penentuan Letak Miqat Haji dan Miqat Umrah

Adapun dalil untuk miqat-miqat yang telah disebutkan diatas adalah hadits Nabi shallallahu’alaihiwasallam:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ ـ رضى الله عنهما ـ قَالَ وَقَّتَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم لأَهْلِ الْمَدِينَةِ ذَا الْحُلَيْفَةِ، وَلأَهْلِ الشَّأْمِ الْجُحْفَةَ، وَلأَهْلِ نَجْدٍ قَرْنَ الْمَنَازِلِ، وَلأَهْلِ الْيَمَنِ يَلَمْلَمَ، فَهُنَّ لَهُنَّ وَلِمَنْ أَتَى عَلَيْهِنَّ مِنْ غَيْرِ أَهْلِهِنَّ، لِمَنْ كَانَ يُرِيدُ الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ، فَمَنْ كَانَ دُونَهُنَّ فَمُهَلُّهُ مِنْ أَهْلِهِ، وَكَذَاكَ حَتَّى أَهْلُ مَكَّةَ يُهِلُّونَ مِنْهَا‏.‏

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu’anhuma ia berkata: Rasullullah shallallahu’alaihi wa sallam mematok miqat Dzul hulaifah bagi penduduk Madinah, bagi penduduk Syam Al-Juhfah, bagi penduduk Najd Qarnul Manazil dan bagi penduduk Yaman Yalamlam. Miqat-miqat tersebut adalah untuk penduduknya dan siapa saja yang datang melaluinya yang bukan penduduknya, bagi siapa yang ingin melaksanakan haji dan umrah. Adapun orang yang tinggal sebelum miqat (dari arah Makkah) maka tempat (ihramnya) adalah dari kediamannya, demikian juga dengan penduduk Makkah dari tempatnya. (HR. Bukhari dan lainnya)

Adapun miqat dzatu ‘irqin adalah miqat yang ditentukan oleh Umar radhiyallahu’anhu bagi penduduk Iraq.

Tempat Berihram bagi Orang yang Tidak Melewati Miqat

Adapun bagi orang yang berhaji dan umrah tapi tidak melewati miqat yang telah ditentukan diatas, baik pergi melalui udara, darat dan laut, maka mereka melakukan ihram pada saat berada sejajar dengan garis miqat terdekat. 

Dalilnya berdasarkan ijtihad Umar bin Khattab radhiyallahu’anhu,

عَنِ ابْنِ عُمَرَ ـ رضى الله عنهما ـ قَالَ لَمَّا فُتِحَ هَذَانِ الْمِصْرَانِ أَتَوْا عُمَرَ فَقَالُوا يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ، إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم حَدَّ لأَهْلِ نَجْدٍ قَرْنًا، وَهُوَ جَوْرٌ عَنْ طَرِيقِنَا، وَإِنَّا إِنْ أَرَدْنَا قَرْنًا شَقَّ عَلَيْنَا‏.‏ قَالَ فَانْظُرُوا حَذْوَهَا مِنْ طَرِيقِكُمْ‏.‏ فَحَدَّ لَهُمْ ذَاتَ عِرْقٍ‏.‏

Dari Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma, ia berkata: Ketika ditaklukkannya dua kota ini (Kufah dan Bashrah di Iraq) mereka (sebagian penduduknya) datang kepada Umar dan berkata: Wahai Amirul Mu’minin, sesungguhnya Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam telah menetapkan (miqat) Qarnu (Manazil) bagi penduduk Najd, sedangkan ia jauh dari jalur kami, dan jika kami hendak ke sana (qarnul manazil) sulit bagi kami. Maka Umar berkata: “Maka jika demikian lihatlah garis sejajarnya pada jalan kalian.” Lalu ia menetapkan Dzatu ‘Irqin sebagai miqat untuk mereka  (Bukhari no. 1531)

Baca juga:  Perbedaan Haji dan Umroh dengan Tabel

Orang yang Tidak Berihram dari Miqat

Orang yang melewati miqat tapi tidak berihram darinya karena lupa atau lainnya, maka jika memungkinkan ia harus kembali ke miqat tersebut dan berihram dari sana.

Jika tidak ia harus membayar fidyah berupa satu ekor kambing yang disembelih di Makkah dan dibagikan kepada penduduknya yang miskin.

Kesimpulan dan Penutup 

  • Miqat haji dan Miqat umrah terbagi dua, yaitu miqat zamani dan miqat makani. Miqat zamani adalah patokan waktu pelaksanaan haji dan umrah, sedangkan miqat makani adalah tempat dimulainya ihram bagi yang ingin haji dan umrah.
  • Miqat zamani haji adalah bulan syawwal, dzul qa’dah dan 10 hari awal dzul hijjah.
  • Sedangkan miqat zamani ada 5 titik yaitu, dzul hulaifah untuk penduduk Madinah, juhfah untuk Syam, Qarnul Manazil untuk Najd, Yalamlam untuk Yaman dan Dzatu ‘irqin untuk Iraq.
  • Orang yang berhaji dan umrah yang tidak melewati miqat-miqat diatas maka berihram pada tempat yang sejajar dengan miqat yang paling dekat dengannya.
  • Bagi penduduk Makkah dan mereka yang tiggal didalam miqat maka berihram dari tempat masing-masing. Adapun bagi penduduk Makkah yang ingin umrah, maka ia keluar dari area haram ke area yang bukan haram terdekat seperti Ji’ranah dan Tan’im
  • Orang yang melewati miqat-miqat yang telah ditentukan diatas harus berihram dari miqat yang sedang dilewatinya tersebut meskipun ia bukan penduduk miqat itu. Misalnya penduduk Najd yang datang dari Madinah, maka ia harus berihram dari dzul hulaifah (bir ‘Ali)

Demikian pembahasan mengenai miqat haji dan miqat umrah, semoga bermanfaat.

 


Referensi:  www.al-feqh.com