Hosting Unlimited Indonesia

Pengertian, Makna In Sya Allah dan Penulisannya

  • admin 
website blog artikel tulisan islam

Banyak perdebatan di masyarakat tentang cara penulisan In Sya Allah yang benar, ada yang mengatakan, InsyaAllah, In Syaa Allah, Insya Allah, In Sha Allah, dan lainnya. Manakah yang lebih tepat? Mari kita ulas bersama.

Arti Kata In Sya Allah

Sebelum kita jelaskan cara penulisan In Sya Allah yang benar dalam bahasa latin, ada baiknya kita mencari tahu terlebih dahulu arti perkata dan arti kalimat In Sya Allah, seperti berikut:

 

Arab Transliterasi Arti
 إن in jika, bila, apabila
شاء sya-a berkehendak, berkeinginan
 الله Allaah Allah

Bunyi kalimatnya secara keseluruhan menjadi “In-syaa-Allaah”  dengan “syaa” dibaca panjang, demikian juga “Allaah” dibaca panjang.

Maka arti kalimat in syaa Allah adalah ialah “jika Allah menghendaki”.

Kapan In Syaa Allaah Diucapkan

Kalimat In Syaa Allah diucapkan apabila seorang muslim menunda suatu pekerjaan atau berjanji akan melakukan sesuatu diwaktu yang akan datang dan menggantungkannya kepada kehendak Allah.

Pentingnya Ucapan In Syaa Allaah

Seorang yang beriman harus meyakini bahwa segala kendali, daya dan upaya ada pada Allah semata. Allah yang maha berkehendak. Manusia hanya bisa berusaha, berharap dan berdo’a, adapun keputusan dan hasil adalah semata atas kehendak Allah.

Baca juga:  Pengertian Takabur, Hukum, Contoh dan Macam-Macamnya

Oleh karena itu, sangat penting bagi seorang muslim untuk menyadari ini, dan untuk mengingatkan selalu kelemahan dan kekurangan manusia, Allah mengharuskan kita untuk mengucapkan In Syaa Allah ketika ingin atau berjanji ingin melakukan sesuatu di waktu mendatang.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَلَا تَقُولَنَّ لِشَيْءٍ إِنِّي فَاعِلٌ ذَٰلِكَ غَدًا

إِلَّا أَن يَشَاءَ اللَّهُ ۚ وَاذْكُر رَّبَّكَ إِذَا نَسِيتَ وَقُلْ عَسَىٰ أَن يَهْدِيَنِ رَبِّي لِأَقْرَبَ مِنْ هَٰذَا رَشَدًا

“Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan tentang sesuatu: “Sesungguhnya aku akan mengerjakan ini besok pagi, kecuali (dengan menyebut): “In sya Allah”. Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa dan katakanlah: “Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya dari pada ini”.” (QS. Al-Kahfi: 23-24)

Bahaya Tidak Mengucapan In Syaa Allaah

Didalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏”‏ قَالَ سُلَيْمَانُ بْنُ دَاوُدَ لأَطُوفَنَّ اللَّيْلَةَ عَلَى سَبْعِينَ امْرَأَةً تَحْمِلُ كُلُّ امْرَأَةٍ فَارِسًا يُجَاهِدُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، فَقَالَ لَهُ صَاحِبُهُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ‏.‏ فَلَمْ يَقُلْ، وَلَمْ تَحْمِلْ شَيْئًا إِلاَّ وَاحِدًا سَاقِطًا إِحْدَى شِقَّيْهِ ‏”‏‏.‏ فَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم ‏”‏ لَوْ قَالَهَا لَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ ‏”‏‏.‏ قَالَ شُعَيْبٌ وَابْنُ أَبِي الزِّنَادِ ‏”‏ تِسْعِينَ ‏”‏‏.‏ وَهْوَ أَصَحُّ‏.‏

Dari Abu Hurairah, dari Nabi Shallallah’alaihi wa sallam beliau bersabda: “Sualaiman bin Dawud berkata “pada malam ini aku akan mendatangi (berhubungan badan) dengan 70 istriku sehingga setiap istri mengandung seorang pejuang yang berjihad di jalan Allah”, lalu seorang sahabatnya berkata, “In Sya Allah”, namun Sulaiman tidak mengatakannya. Hasilnya, tidak seorangpun dari istrinya yang mengandung, kecuali seorang saja yang melahirkan anak cacat sebelah badannya. Lalu Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, “seandainya ia (Sulaiman) mengatakannya, maka ia akan mendapatkan anak dan mereka semua berjihad di jalan Allah.”

Syu’aib dan Ibnu Abi Az Zinaad berkata: “90” dan ini yang paling sahih.

Baca juga:  Wabah Penyakit Tha'un: Pengertian, Sejarah, Pencegahan dan Pengobatannya

Penulisan In Syaa Allaah yang Benar

Seperti yang terlihat pada tabel diatas bahwa penulisan In Syaa Allaah yang benar dalam bahasa Arab adalah إن شاء الله terdiri dari tiga kata.

Tapi, ada sebagian orang Arab yang awam menulis إنشاء الله dengan menyambungkan kata in dan sya sehingga membentuk satu kata adalah kesalahan fatal dalam penulisan. Karena إنشاء  (Insya) artinya “menciptakan”, maka maknanya menjadi jauh melenceng.

Adapun transliterasi ke dalam bahasa Indonesia, idealnya adalah “In Syaa Allaah”.

Tapi transliterasi tergantung kesepakatan, tidak mesti dengan cara ideal, asalkan pengucapannya pas. Dan ini erat hubungannya dengan niat dari pengucap itu sendiri.

Demikian semoga bermanfaat.