Hosting Unlimited Indonesia

Pengertian Sifat Hasad dan Dalilnya

  • admin 
pengertian sifat hasad dan dalil haramnya

Pengertian Sifat Hasad dan Dalilnya – Hasad (الحسد ) secara bahasa artinya “angan-angan dan keinginan hati agar nikmat dan kelebihan yang ada pada orang lain berpindah kepadanya, atau nikmat dan kelebihan tersebut hilang darinya.”

Adapun menunut Istilah makna hasad tidak jauh berbeda dengan makna secara bahasa, yaitu keinginan agar nikmat dan kelebihan yang ada pada orang lain hilang atau berpindah pada dirinya.

Sinonim dari hasad adalah iri, dengki, sirik dll.

Hasad adalah salah satu sifat buruk yang harus dijauhi oleh seorang Muslim. Hasad adalah penyakit hati yang sangat berbahaya. Orang yang hatinya dipenuhi dengan rasa hasad, hidupnya penuh dengan kegelisahan. Karena hati orang yang hasad tidak akan tenang jika ada orang lain mendapatkan nikmat yang lebih darinya. Ia akan iri dan hatinya terbakar melihat kelebihan yang ada pada orang lain. orang hasad  tidak merasa tenang sampai nikmat yang ada pada orang lain hilang atau berpindah padanya.

Dalil Haramnya Hasad

Banyak sekali dalil yang mencela sifat hasad baik didalam Quran maupun Hadits Nabi shallallahu’alaihiwasallam. Bahkan begitu bahanya sifat dan pelaku hasad, Allah Ta’ala telah mengajarkan kepada doa perlindungan dari pelaku hasad, yaitu firman Nya,

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ
مِن شَرِّ مَا خَلَقَ
وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ
وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ
وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

Baca juga:  26 Kosa Kata Bahasa Inggris Serapan dari Bahasa Arab

“Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh,
dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki”.” (QS. Al-Falaq :1-5)

Al-Husain bin Al-Fadhl berkata mengomentari ayat diatas: “Pada ayat ini Allah menyebutkan seluruh keburukan dan menutupnya dengan hasad supaya diketahui bahwa ia adalah watak yang sangat buruk.”

Dan firman Allah ta’ala,

“Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. An-Nisa: 32)

Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam bersabda:

لا تباغضوا، ولا تحاسدوا، ولا تدابروا  ، وكونوا عباد الله إخوانًا

“Janganlah kalian saling bermusuhan, saling hasad (dengki dan iri) dan saling membelakangi dan jadilah kalian hamba Allah yang bersaudara.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Referensi: dorar.net

 

Baca juga: