Hosting Unlimited Indonesia

Pengertian Syirik, Musyrik, Pembagian, Bentuk & Contohnya

  • admin 
Pengertian Syirik, Musyrik, Pembagian, Bentuk & Contohnya

Pengertian Syirik, Musyrik, Pembagian, Bentuk & Contohnya- “Eh, kamu jangan syirik dong!” begitu ungkapan sebagian orang saat menasehati temannya yang iri atau cemburu atas rezeki orang lain. Syirik sering disalah diartikan sebagai cemburu atau iri hatipadahal arti sebenarnya dari syirik bukanlah iri atau dengki, tapi lebih berbahaya dari keduanya.

Lalu, apakah arti syirik sebenarnya?

Nah, kali ini kami akan mengulas secara ringkas mengenai Pengertian Syirik, Musyrik, Pembagian, Bentuk & Contohnya disertai dengan dalil-dalilnya. Selamat membaca.

Pengertian Syirik dan Musyrik

Pengertian Syirik (شرك) secara bahasa berarti sekutu, mitra, kawan, kolega. Turunan kata syirik sudah di adopsi ke dalam bahasa melayu dan bahasa indonesia, yaitu kata serikat yang berarti sekutu, seperti perserikatan bangsa-bangsa, atau sarekat yang berarti kumpulan atau perusahaan.

Sedangkan makna (pengertian) syirik dalam istilah syari’at adalah menjadikan sekutu bagi Allah Ta’ala dengan makhluk Nya.

Syirik adalah lawan dari Tauhid, jika pengertian tauhid adalah mengesakan Allah dalam ibadah dan kekusasaan Nya, maka pengertian syirik adalah menyeukutukan Allah dalam ibadah dan kekuasaan Nya. Maka sebagaimana Tauhid dapat dibagi menjadi 3 kategori demikian juga syirik dapat masuk dalam 3  kategori, yaitu:

  1. Syirik dalam hal rububiyah: yaitu meyakini adanya sekutu, kawan, atau partner bagi Allah dalam kekuasaannya. Seperti meyakini adanya pencipta selain Allah, adanya pemberi rezeki dan pengatur alam semesta selain Allah.
  2. Syirik dalam hal Uluhiyah atau ‘Ubudiyah: yaitu menyembah sesembahan (tuhan) lain selain Allah, atau mempersembahkan segala bentuk ibadah kepada selain Allah, seperti berdo’a kepada batu, kayu, kuburan, dan lainnya, atau menyembelih, sholat, zakat untuk selain Allah. Siapa yang mempersembahkan segala bentuk ibadah maka ia telah melakukan syirik.
  3. Syirik dalam hal Al-Asma wa ‘Ash-shifaatnya: yaitu meyakini bahwa ada yang lain selain Allah memiliki nama-nama dan sifat-sifat yang sempurna seperti Nya. siapa yang meyakini bahwa ada entitas lain selain Allah memiliki nama-nama dan sifat-sifat yang sempurna seperti Nya maka ia telah melakukan syirik.

Sedangkan Musyrik ialah pelaku atau orang yang melakukan perbuatan-perbuatan syirik seperti diatas.

Hukum Syirik

Tidak ada dosa yang paling besar dan tinggi dari syirik, syirik adalah puncak dan rajanyanya segala dosa. Ada ratusan bahkan ribuan ayat atau hadits yang mengharamkan syirik dan mengancam pelaku syirik (musyrik) dengan ancaman yang sangat pedih, bahkan tema Al-quran secara umum hanya berkisar antara 2 hal, yaitu: perintah untuk mengesakan Allah (Tauhid) dan larangangan menyekutukan Nya (syirik) dengan suatu apapun.

Allah Ta’ala berfirman,

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا

Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun.  (QS. An-Nisa : 36)

Firman Nya pula,
إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَاءُ ۚ وَمَن يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا

“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.”(QS. An-Nisa : 116)

Dalam sebuah hadits tentang 7 dosa besar yang mematikan, syirik menempati urutan paling atas. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

عن أبي هريرة رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: (اجتنبوا السبع الموبقات، قالوا: يا رسول الله وما هن؟ قال: الشرك بالله، والسحر، وقتل النفس التي حرم الله إلا بالحق، وأكل الربا، وأكل مال اليتيم، والتولي يوم الزحف، وقذف المحصنات المؤمنات الغافلات).

Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, dari Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: “Jauhilah oleh kalian 7 dosa besar yang membinasakan”, para sahabar bertanya, “Apa saja dosa-dosa tersebut wahai Rasulullah?”, beliau menjawab: “Syirik (menyekutukan) Allah, melakukan sihir, membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan haq, memakan riba, memakan harta anak yatim, melarikan diri dari medan perang, dan menuduh wanita baik-baik lagi beriman melakukan zina.”

Hukum Pelaku Syirik (Musyrik)

Dosa syirik adalah dosa yang tidak akan diampuni oleh Allah, namun, jika ditinjau dari segi hukum pelaku syirik atau musyrik dapat dibagi menjadi :

Baca juga:  Pembagian Tauhid Menjadi 3, Sama Dengan Akidah Trinitas Kristen?

1. Orang musyrik yang mati dalam keadaan melakukan syirik dan belum sempat bertaubat dari perbuatannya sebelum mati, maka ia di akhirat kekal di Neraka selama-lamanya. Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala,

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَاءُ ۚ وَمَن يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا

“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.”(QS. An-Nisa : 116)

 

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أُولَئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ

Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk” (QS. Al Bayyinah: 6).

 

إِنَّهُ ُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolong pun.” (QS. Al Maidah: 72)

 

2. Orang yang pernah melakukan syirik namun ia telah bertaubat dari perbuatan syirik nya dengan taubat yang tulus sebelum meninggal dunia, Allah akan memaafkannya karena Allah maha Pengampun dan Pemaaf. Dalilnya adalah firman Allah ‘Azza wa Jalla,

 

قُلْ يَاعِبَادِي الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنفُسِهِمْ لاَتَقْنَطُوا مِن رَّحْمَةِ اللهِ إِنَّ اللهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيم

Katakanlah:”Hai hamba-hamba-Ku yang meĀlampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu terputus asa dari rahmat Allah.Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya.Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Az-Zumar:53)

Firman Allah Ta’ala,

 

وَالَّذِينَ لاَيَدْعُونَ مَعَ اللهِ إِلَهًا ءَاخَرَ وَلاَيَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللهُ إِلاَّ بِالْحَقِّ وَلاَيَزْنُونَ وَمَن يَّفْعَلْ ذَلِكَ يَلقَ أَثَامًا

يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَانًا إِلَّا مَن تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَأُولَٰئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا

Dan orang-orang yang tidak menyembah ilah yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (memunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya). (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka mereka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan.Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.  (Al Furqaan : 68-70)

 

Ibnu Katsir rahimahullah berkata mengomentari firman Allah: [kecuali orang-orang yang bertaubat] (Al-Furqaan : 70) “Yaitu bertaubat kepada Allah di dunia dari seluruh dosa tersebut, karena sesungguhnya Allah akan menerima taubatnya.” [Tafsir Al-Qur’anul ‘Azhim, surat Al-Furqan : 70]

Pembagaian Syirik

Jika ditinjau dari besar dan kecilnya dosa syirik, dapat dibagi menjadi 2, yaitu:

Syirik besar :

Pengertian Syirik besar adalah menjadikan sekutu bagi Allah dalam ibadah, kekuasaan Nya, Nama dan Sifat-sifatnya dan hukum Nya.

Contoh syirik dalam ibadah seperti berdoa, berkurban, sujud kepada selain Allah. Seperti berdo’a kepada penghuni kubur, menyembelih kurban untuk sesajen, dll. Doa, menyembelih kurban, dan segala bentuk peribadatan lainnya hanya boleh dipersembahkan kepada Allah semata. Mempersembahkan hal-hal tersebut kepada selain Allah termasuk syirik besar.

Contoh syirik besar pada kekuasaan dan Rububiyah Nya, seperti meyakini adanya Pencipta alam semesta, memberi rezeki, menghidupkan dan mematikan selain Allah.

Dalilnya firman Allah Ta’ala,

اللَّهُ الَّذِي خَلَقَكُمْ ثُمَّ رَزَقَكُمْ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ ۖ هَلْ مِن شُرَكَائِكُم مَّن يَفْعَلُ مِن ذَٰلِكُم مِّن شَيْءٍ ۚ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ

Allah-lah yang menciptakan kamu, kemudian memberimu rezeki, kemudian mematikanmu, kemudian menghidupkanmu (kembali). Adakah di antara yang kamu sekutukan dengan Allah itu yang dapat berbuat sesuatu dari yang demikian itu? Maha Sucilah Dia dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan.”  (Ar-rum: 40)

Contoh syirik besar pada Asma wa Ash-shifat (nama-nama dan sifat-sifat Nya yang sempurna) seperti, menamakan dan memberikan sifat-sifat yang hanya khusus milik Allah kepada selain Nya.

Baca juga:  Ijma': Pengertian, Defenisi, Syarat dan Pembagiannya

Dalilnya firman Allah Ta’ala,

وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ فَادْعُوهُ بِهَا ۖ وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ ۚ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.   (Al-A’raf: 180)

Contoh syirik besar pada hukum Nya, yaitu menjadikan selain Allah sebagai tasyri’ (pembuat legalitas / hukum) atau menjadikan sekutu bagi Allah dalam hal tersebut, ia rela dengan hukum tersebut dan menjadikannya sebagai jalan hidup (agama), dimana halal dan haram sesuatu mereka mengacu kepada hukum selain Allah atau sekutu Nya.
Hanyalah Allah saja yang berhak membuat syari’at (tasyri’) melalui Rasul Nya, barangsiap yang menjadikan selain Allah sebagai legislator atau menjadikan dan meyakini adanya sekutu bagi Allah dalam hal legislasi (tasyri’) maka sungguh ia telah melakukan syirik.
Termasuk juga dalam kategori ini, menganggap halal (istihlal) syari’at (hukum) selain Allah, dan berpaling dari syri’at dan hukum Allah dan menggantinya dengan hukum buatan manusia atau hukum suatu adat yang bertentangan dengan hukum Allah Ta’ala.
Syirik jenis inilah yang dilakukan oleh Bani Israil dimana mereka menjadikan Rabi dan Rahib mereka sebagai sumber pembuat hukum. Allah Ta’ala berfirman,
اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِّن دُونِ اللَّهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا إِلَٰهًا وَاحِدًا ۖ لَّا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۚ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ

Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. (QS. At-Taubah: 31)

Ketika menafsirkan ayat diatas, Imam At-thabari dalam Tafsirnya menukilkan sebuah riwayat berikut,
عن عدي بن حاتم قال: انتهيتُ إلى النبي صلى الله عليه وسلم وهو يقرأ في ” سورة براءة “(اتخذوا أحبارهم ورهبانهم أربابا من دون الله)، فقال: ” أما إنهم لم يكونوا يعبدونهم, ولكن كانوا يحلّون لهم فيُحلُّون “
Dari Ady bin Hatim, ia berkata: Aku datang kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam  dan beliau membaca sebuah ayat di surat Bara’ah (surat at-taubah) yang berbunyi “Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah.” . Kemudian beliau bersabda, “adapun mereka tidak menyembah mereka (dalam artian menyembah secara fisik seperti sujud dll) akan tetapi mereka menghalal seseuatu lalu mereka ikut menghalalkannya (itulah bentuk penyembahan dan kesyirikan mereka) (Tafsir Ath-Thabary)

Hukum Syirik Besar: Syirik besar adalah induknya segala dosa dan pelakunya keluar dari Islam dan ia kekal di Neraka jika ia tidak bertaubat sebelum meninggal dunia.

Syirik kecil:

Pengertian Syirik kecil adalah segala sesuatu yang dinamakan atau disebut sebagai kesyirikan dalam dalil (nash-nash) syari’at dan merupakan sarana yang menghantarkan kepada syirik besar.

Diantara bentuk syirik kecil ialah:

Diantara contoh syirik kecil ialah bersumpah kepada selain Allah, seperti bersumpah demi ka’bah, demi Nabi dll. Dalam hadits Nabi menyebut bersumpah dengan selain Allah sebagai perbuatan syirik,

من حلف بغير الله فقد أشرك.  رواه أحمد والترمذي والحاكم بإسناد جيد

“Barangsiapa yang bersumpah dengan selain Allah maka sungguh ia telah berbuat syirik.” (HR. Ahmad, At-Tirmidzi dan Al-Hakim dengan sanad yang jayyid (baik))

Contoh lainnya seperti ucapan “atas kehendak Allah dan kehendakmu” atau ucapan “seandainya bukan karena Allah dan kamu” dan ucapan semacamnya yang bisa menghantarkan kepada syirik besar seperti keyakinan adanya sekutu bagi Allah dalam kehendak dan takdir suatu kejadian alam.

Baca juga:  26 Kosa Kata Bahasa Inggris Serapan dari Bahasa Arab

Termasuk syirik kecil adalah Riya yang ringan yaitu beribadah karena ingin dilihat atau pamer, seperti seseorang yang sholat karena Allah, namun ditengah-tengah sholat ia memperpanjang sholatnya karena ingin dilihat oleh orang, atau ia kadang-kadang memperpanjang doa dan dzikir karena ingin dilihat manusia.

 قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: إن أخوف ما أخاف عليكم الشرك الأصغر: الرياء

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: Sesungguhnya yang paling aku takutkan atas kalian atas kalian adalah syirik kecil, yaitu Riya.

Namun, jika seseorang beribadah atau berniat pada awal ibadah sama sekali bukan karena Allah, namun hanya untuk dilihat oleh manusia, maka ini termasuk syirik besar, dan ia termasuk dari orang-orang munafiq. Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوا إِلَى الصَّلَاةِ قَامُوا كُسَالَىٰ يُرَاءُونَ النَّاسَ وَلَا يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلَّا قَلِيلًا

Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.  (QS. An-Nisa: 142)

Dalam sebuah hadits Qudsi, Allah Ta’ala berfirman,

 (أنا أغنى الشركاء عن الشرك، من عمل عملا أشرك معي فيه غيري تركته وشركه) رواه مسلم في صحيحه.

“Aku adalah Dzat paling tidak butuh kepada sekutu, barangsiapa yang beramal suatu amalan dan ia menyekutukan Ku dalam amalan tersebut dengan selain Ku, niscaya akan aku tinggalkan ia dan sekutunya.” (HR. Muslim dalam kitab sahihnya)

Hukum Syirik Kecil: Orang yang terjebak dalam syirik kecil tidak membuat seseorang keluar dari Islam, namun syirik kecil termasuk dosa paling besar dibawah syirik besar. Oleh karena itu, Ibnu Mas’ud pernah berkata:

لأن أحلف بالله كاذبا أحب إلي من أن أحلف بغيره صادقا

“Bahwa aku bersumpah demi Allah tapi bohong lebih aku sukai daripada aku bersumpah demi selain Allah meskipun jujur.”

Adapun jika dilihat dari kejelasan dan ketersembunyiannya, syirik juga dapat dibagi menjadi 2 macam, yaitu: Syirik Jaliy (kesyirikan yang jelas dan nampak) dan Syirik Jaliy (kesyirikan yang tersembunyi). Kedua jenis kesyirikan ini dapat berupa besar kecil maupun syirik kecil.

Contoh syirik jaliy seperti sujud kepada berhala, menyembelih untuk sesajen kepada pohon dan lainnya, ini adalah syirik jaliy yang jelas dan sekaligus syirik besar. Contoh syirik jaliy namun masuk kategori syirik kecil adalah bersumpah kepada selain Allah.

Contoh syirik Khafiy yang tersembunyi dan tidak tampak seperti riya, beribadah untuk dilihat oleh orang lain, dan segala bentuk kesyirikan yang sifatnya tersembunyi dan tidak tampak oleh orang, kebanyakan dari syirik jenis ini adalah kesyirikan dalam keyakinan dan ‘itiqad.

Penutup

Demikian itu Pengertian Syirik, Musyrik, Pembagian, Bentuk & Contohnya secara ringkas. Masih banyak rincian pembahasan masalah Tauhid dan Syirik, jika Anda ingin mendalaminya dapat dibaca pada kitab-kitab Aqidah dan Tauhid para ulama tentang masalah ini.

Referensi:

http://almanhaj.or.id/2169-apakah-dosa-syirik-dimpuni

islamqa.info