jual kurma curah impor dari uni emirat arab (UAE) grosir

Penjelasan Tentang Sujud Malaikat Kepada Adam

Penjelasan Tentang Sujud Malaikat Kepada Adam

Penjelasan Tentang Sujud Malaikat Kepada Adam-  Pertanyaan: Kenapa Allah memerintahkan Malaikat bersujud kepada Adam? dan kenapa saudara-saudara Yusuf sujud kepada Yusuf? yang aku tahu, sujud hanya boleh kepada Allah.

Jawaban:

Alhamdulillah. Sujud dibagi menjadi dua jenis:

  1. Sujud untuk mengagungkan dan pendekatan diri kepada sesuatu, ini adalah sujud ibadah, dan sujud jenis ini, dalam semua syari’at (para Nabi)  tidak boleh ditujukan kecuali hanya kepada Allah saja.
  2. Sujud jenis kedua adalah sujud penghormatan dan memuliakan. Sujud jenis inilah yang Allah perintahkan para Malaikat kepada Adam ‘Alaihissalam, lalu merekapun sujud untuk memuliakannya. Sujud mereka ini adalah sebagai bentuk ibadah kepada Allah dengan mematuhi perintah Nya untuk sujud kepada Adam.

Adapun sujud kedua orang tua Yusuf dan saudara-saudaranya kepada Yusuf, juga adalah sujud penghormatan dan untuk memuliakan.

Sujud untuk penghormatan dibolehkan pada syari’at mereka (syari’at sebelum Islam). Adapun pada Syari’at penutup para Nabi, yaitu Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam  secara mutlak tidak boleh sujud -baik sujud penghormatan maupun sujud ibadah- kepada selain Allah Ta’ala.

Oleh karena itu Rasulullah  Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam   bersabda:

لو كنت آمراً أحداً أن يسجد لأحد ، لأمرت المرأة أن تسجد لزوجها

“Seandainya aku dibolehkan memerintah untuk sujud, sungguh akan ku perintah istri untuk sujud kepada suaminya.”.

Demikian pula, Nabi  Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melarang Mu’adz untuk sujud kepada beliau, ketika Mu’adz menyebutkan bahwa Ahlul kitab (Yahudi dan Nasrani) pada masa itu bersujud kepada pemimpin-pemimpin mereka, kemudian menyebutkan hadits diatas.

Baca juga:  6 Rukun Iman Beserta Dalilnya Secara Berurutan

Larangan sujud secara mutlak kepada selain Allah di dalam Syari’at Islam adalah bentuk kesempurnaan Islam dalam menerapkan ajaran Tauhid kepada Allah, Syari’at Islam adalah Syari’at yang setiap hukumnya telah sempurna. Allah Ta’ala berfirman:

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا ۚ

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” (QS. Al-Maidah: 3)

Sumber: https://islamqa.info/