Hosting Unlimited Indonesia

Penjelasan Lengkap Zakat Fitrah, Hukum, Ketentuan dan Dalilnya

  • admin 
Penjelasan Lengkap Zakat Fitrah, Hukum, Ketentuan dan Dalilnya

Pada artikel kali ini, kami akan mengulas beberapa masalah tentang Zakat Fitrah, Hukum, Ketentuan dan Dalilnya. Selamat membaca.

Zakat Fitrah atau Zakat Fitri?

Sebenarnya jika ditinjau dari segi bahasa pengucapan yang benar adalah zakatul fitr atau zakat fitri (زكاة الفطر) bukan zakat fitrah seperti yang umumnya dieja oleh masyarakat kita di Indonesia, oleh karena itu hari rayanya juga disebut dengan ‘idul fitri, bukan ‘idul fitrah. Karena Fitr merujuk kepada ifthar yaitu makan atau berbuka puasa yang merupakan sebab dari dikeluarkannya zakatul fitr yaitu zakat untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadhan.

Zakat fitr ini juga disebut dengan zakat badan, yang bertujuan untuk membersihkan badan seorang muslim, berbeda dengan zakat maal yang bertujuan untuk menyucikan harta.

Hukum Zakat Fitrah

Penjelasan Lengkap Zakat Fitrah, Hukum, Ketentuan dan Dalilnya 6Zakat fitrah hukumnya wajib bagi setiap orang muslim baik laki-laki maupun perempuan, dewasa maupun anak-anak, orang merdeka maupun budak. Wajib hukumnya mengeluarkan zakat fitrah bagi orang yang memiliki kelebihan makanan untuk dirinya dan keluarganya di hari ‘idul fitr.

Adapun janin yang masih dalam kandungan tidak wajib dikeluarkan zakat fitrahnya, hanya saja jika dikeluarkan itu mustahab dan lebih baik.

Kapan Zakat Fitrah Dikeluarkan?

Penjelasan Lengkap Zakat Fitrah, Hukum, Ketentuan dan Dalilnya 4Waktu pengeluaran zakat fitrah dimulai ketika matahari terbenam menandai berakhirnya bulan Ramadan dan masuknya awal bulan syawal, yaitu pada malam hari ‘idul fitri. Namun demikian, boleh mengeluarkan zakat fitrah sehari atau dua hari sebelum hari ‘ied.

Baca juga:  Bolehkah Memberi Zakat Kepada Penuntut Ilmu Agama dan Santri?

Dalilnya adalah sabda Nabi Shallallahu’alaihiwasallam,

” من أداها قبل الصلاة فهي زكاة مقبولة ، ومن أداها بعد الصلاة فهي صدقة من الصدقات “

“Barangsiapa yang membayarkannya sebelum sholat ‘ied  maka ia adalah zakat yang diterima, dan barangsiapa yang membayarnya setelah sholat (‘ied) maka ia adalah sedekah biasa.” 

Dalam hadits Ibnu Umar, ia berkata pada akhir hadits: “Dan dahulu mereka membayarnya sehari atau dua hari sebelumnya (hari ‘id).”

Tidak sah membayar zakat fitrah setelah sholat ‘ied sebagaimana disebutkan pada hadits diatas, orang yang mengeluarkannya setelah sholat ‘ied tidak dianggap sebagai zakat melainkan sebagai sedekah biasa.

Hukum Orang yang Tidak Membayar Zakat Fitrah

Orang yang tidak membayar zakat fitrah sampai lewat waktunya, jika ia sengaja melakukan itu tanpa alasan yang dibenarkan syari’at, maka ia berdosa dan wajib beristighfar dan bertaubat dan mengganti (qadha) zakat tersebut.

Adapun bagi orang yang tidak membayarnya karena alasan syar’i seperti lupa dan lainnya, ia tidak berdosa, hanya  saja diharuskan untuk mengganti (qadha) zakatnya tersebut sesegera mungkin.

Apa dan Berapa Jumlah yang Harus Dibayarakan?

Penjelasan Lengkap Zakat Fitrah, Hukum, Ketentuan dan Dalilnya 3Diantara landasan mengenai jumlah dan dalam bentuk apa zakat fitrah harus dibayarakan adalah hadits berikut:

عَنِ اِبْنِ عُمَرَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: – فَرَضَ رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – زَكَاةَ اَلْفِطْرِ, صَاعًا مِنْ تَمْرٍ, أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ: عَلَى اَلْعَبْدِ وَالْحُرِّ, وَالذَّكَرِ, وَالْأُنْثَى, وَالصَّغِيرِ, وَالْكَبِيرِ, مِنَ اَلْمُسْلِمِينَ, وَأَمَرَ بِهَا أَنْ تُؤَدَّى قَبْلَ خُرُوجِ اَلنَّاسِ إِلَى اَلصَّلَاةِ – مُتَّفَقٌ عَلَيْه ِ

Baca juga:  Niat Puasa Apakah Harus Diucapkan atau Tidak?

Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fithri dengan satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum bagi budak dan orang merdeka, bagi laki-laki dan perempuan, bagi anak-anak dan orang dewasa dari kaum muslimin. Beliau memerintahkan agar zakat tersebut ditunaikan sebelum manusia berangkat menuju shalat ‘ied.” (HR. Bukhari no. 1503 dan Muslim no. 984).

Dari hadits diatas dan lainnya diketahui bahwa zakat fitrah dibayarkan berupa kurma dan gandum, pada riwayat lain disebutkan dengan makanan. Dari sini, para ulama berijtihad bahwa zakat fitrah itu dibayarkan berupa makanan pokok setempat, dalam hal ini makanan pokok di Indonesia adalah beras.

Jumlah yang harus dibayarkan adalah satu sha’ atau jika dikonversikan menjadi sekitar 2,157 sampai dengan 3,0 kg.

Bolehkan Membayar Zakat Fitrah dengan Uang?

Penjelasan Lengkap Zakat Fitrah, Hukum, Ketentuan dan Dalilnya 2Manyoritas para ulama berpendapat bahwa zakat fitrah harus dibayarkan dengan makanan berdasarkan yang jelas tersirat dalam hadits. Karena pada masa Nabi juga sudah ada mata uang, namun beliau tidak memerintahkan membayarkan zakat fitrah dengan uang melainkan dengan makanan. Dan karena tujuan dari zakat fitrah adalah agar orang fakir dan miskin tidak merasa kelaparan di hari idul fitri, ini dapat terealisasi dengan memberi makanan.

Namun demikian ada juga sebagian kecil pendapat yang mengatakan bahwa zakat fitrah boleh dibayarkan dengan uang. Wallahu’alam.

Kepada Siapa Zakat Fitrah Disalurkan?

Penjelasan Lengkap Zakat Fitrah, Hukum, Ketentuan dan Dalilnya 5Zakat fitrah diberikan kepada orang fakir dan miskin, ini adalah pendapat malikiyah dan pendapat hanabilah dalam salah satu riwayatnya. Adapun jumhur (manyoritas) berpendapat bahwa zakat fitrah sebagaimana zakat maal disalurkan kepada 8 golongan yang berhak mendapatkan harta zakat (mutahiq) seperti yang disebutkan dalam Al-quran.

Baca juga:  Umrah di Bulan Ramadhan seperti Haji? ini Faktanya

Hikmah dari Zakat Fitrah

Ada beberapa hikmah dari disyari’atknannya zakat fitrah, diantara hikmahnya adalah:

  • Menyucikan orang yang berpuasa dari perbuatan dan ucapan yang sia-sia yang pernah dilakukan dan ucapkan selama berpuasa di bulan Ramadhan, dalilnya adalah sebagaimana dalam hadits riwayat Ibnu Abbas Radhiyallahu’anhuma, ia berkata: “Rasulullah mewajibkan zakat fitrah sebagai penyuci bagi orang yang berpuasa dari hal sia-sia dan keji, dan untuk memberi makan orang-orang miskin.”
  • Diantara hikmah zakat fitrah juga ialah untuk memberi makan orang miskin seperti pada hadits diatas, agar mereka tidak kelaparan pada hari raya sehingga harus meminta-minta.
  • Agar kebahagian terasa dan merata ke seluruh lapisan masyarakat, karena hari raya adalah hari untuk berbahagia.
  • Sebagai penyuci badan dan jiwa, karena itu zakat fitri juga dinamakan dengan zakat badan. Berbeda dengan zakat maal yang dikeluarkan untuk menyucikan harta.

Referensi:

https://www.saaid.net/

https://mawdoo3.com/

https://islamqa.info/