Hosting Unlimited Indonesia

Sekularisme dan Liberalisme Menurut Hukum Islam

  • admin 
pandagan islam tentang sekularisme dan liberalism

Pengertian dan Sejarah Singkat Sekularisme dan Liberalisme

Pengertian Sekularisme

Sekularisme, menurut kamus merriam-webster, adalah  “acuh, penolakan atau mengecualikan pertimbangan yang bersifat agamis dan agama” (sumber)

Dari definisi diatas dapat dipahami bahwa secularisme adalah penolakan setiap pendapat dan unsur yang datang dari agama manapun. Sekularisme juga bermakna pemisahan antara agama dan politik dan negara.

Sejarah Singkat Sekularisme

Gerakan sekularisme  muncul pada masa abad pertengahan di Eropa, dimana pada masa itu kekuasaan dipegang oleh gereja. Gerakan ini lahir karena kekuasaan gereja dianggap zhalim dan menghalangi perkembangan ilmu pengetahuan, sehingga pada abad ini dikenal dengan “dark ages” (masa kegelapan). Gerakan Renaissance (Abad Renaisans) yaitu transisi dari abad pertengahan menuju abad modern juga dipicu oleh alasan yang sama.

Setelah kekuasaan gereja tumbang, paham sekularisme kemudian disebarkan ke seluruh dunia oleh penjajah-penjajah barat ke negeri jajahan mereka, terutama negeri-negeri muslim di timur tengah dan asia.

Pengertian Liberalisme

Liberalisme adalah ideologi yang menganut paham yang membuka pintu kebebasan seluas mungkin, baik dalam konteks individu, masyarakat, negara dan lainnya. Seorang liberal memiliki pemikiran yang terbuka tanpa batasan, mereka memiliki slogan bahwa, “Anda bebas melakukan apa saja selama tidak merugikan orang lain.”

Sejarah Singkat Liberalisme

Pemikiran tentang liberalisme dan kebebasan telah ada sejak ribuan abad silam, tapi ide dan sistem liberalisme sebagai ideologi tersendiri baru dirusmuskan oleh tokohnya seorang filsuf Inggris yang bernama John Locke.  John Locke dianggap sebagai bapak dari liberalisme modern. (wikipedia)

Baca juga:  Pengertian Syirik, Musyrik, Pembagian, Bentuk & Contohnya

Sekularisme dan Liberalisme Menurut Hukum Islam

Melihat dari penjelasan singkat diatas mengenai sekularisme dan liberalisme, terlihat jelas bahwa Islam secara mendasar bertentangan dengan kedua faham dan ideologi tersebut.

Islam mengajarkan bahwa Allah sang Pencipta menciptakan alam semesta yang termasuk didalamnya manusia dengan tujuan. Allah tidak menciptakan manusia dan membiarkan mereka tanpa petunjuk dan aturan yang menjelaskan tujuan penciptaan mereka. Oleh karena itu, Allah mengutus rasul-rasul untuk menjelaskan kepada manusia siapa Pencipta mereka, bagaimana sifat-sifat Nya, apa tujuan penciptaan mereka, serta bagaimana seharusnya mereka hidup yang sesuai dengan keinginan Pencipta.

Islam adalah agama yang tidak hanya berisi tentang akidah dan kepercayaan tentang Tuhan, Islam juga merupakan aturan hidup yang menyeluruh dan komprehensif yang sumbernya berasal dari wahyu Allah, Tuhan yang maha Esa. Islam mengatur segala sisi aspek kehidupan manusia mulai dari pribadi, masyarakat, negara, ekonomi, politik, dan lainnya. Islam mengatur bagaimana hubungan manusia dengan Penciptanya, hubungan manusia dengan manusia yang lain, dan hubungan manusia dengan lingkungan sekitarnya.

Islam juga mengenal batasan-batasan yang digariskan oleh Allah dan Rasul Nya didalam Al Quran dan Hadits (sunnah), batasan-batasan tersebut adalah segala sesuatu yang diharamkan Nya.

Sekularisme bertentangan dengan Islam karena secularism menganggap agama harus dipisahkan dari kehidupan politik, sosial, negara, ekonomi, menurut orang sekuler agama adalah urusan pribadi masing-masing yang tidak boleh diikut sertakan kedalam kehidupan sosial. Maka ini jelas berseberangan dengan Islam, karena Islam mengajarkan bahwa segala aspek kehidupan baik individu, sosial, politik, ekonomi dan lainnya telah diatur oleh Allah Ta’ala.

Baca juga:  Pengertian Syirik, Musyrik, Pembagian, Bentuk & Contohnya

Demikian juga liberalisme sangat bertentangan dengan Islam, karena Islam tidak mengajarkan kebebasan secara mutlak, ada aturan dan batasan-batasan yang telah diatur oleh Allah Ta’ala. Seorang bebas melakukan apa saja selama tidak melampau batas yang telah digariskan Allah subhanahu wa ta’ala, dan tidak keluar dari rambu-rambu yang telah ditetapkan Nya.